Sempat Tertunda, Pembangunan Jalan Lintas Kalbar Kembali Dilanjutkan

Big Banner

SANGGAU KAPUAS, KOMPAS.com – Jalan lintas Kalimantan Barat (Kalbar) terpantau rusak parah. Kondisi paling parah berada di poros tengah jalur antara Tayan menuju Sosok dan Simpang Tanjung menuju kota Sanggau.

Tak terhitung derita masyarakat menikmati debu di musim kemarau dan lumpur di musim penghujan. Belum lagi jumlah korban yang berjatuhan, termasuk terhambatnya arus transportasi yang berdampak pada perekonomian masyarakat.

Alhasil, butuh kecermatan ekstra dan konsentrasi yang tinggi bila melewati jalur ini, terutama saat menghindari lubang dan memilih jalur yang aman untuk dilewati.

Pemerintah sempat menggulirkan perbaikan dan pembangunan Jalan Lintas Kalbar pada 2012-2013 silam. Namun poyek tersebut tak kunjung dikerjakan sehingga menimbulkan pertanyaan besar dari masyarakat. Pasalnya dua kali proses tender lelang selalu mengalami kegagalan, yang pada gilirannya menghambat proses pengerjaan jalan.

Namun, masyarakat tak perlu menunggu lama kepastian berlanjutnya pengerjaan dan perbaikan Jalan Lintas Kalbar. Pertanyaan masyarakat pun terjawab saat Gubernur Provinsi Kalimantan Barat, Cornelis MH, dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) meresmikan dimulainya konstruksi Jalan Lintas Kalbar pada Senin (22/6/2015).

Ruas jalan yang dikerjakan merupakan jalur vital yang menghubungkan beberapa kabupaten, di antaranya Sanggau Kapuas, Landak, Sintang, Melawi, dan Kapuas Hulu.

Kepala Satuan Kerja Wilayah II Kementerian PUPR sebagai Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah Provinsi Kalimantan Barat, Ir Fadli MT mengatakan, pengerjaan Jalan Lintas Kalbar sebelumnya menghadapi beberapa kendala. Antara lain adalah proses lelang tender proyek.

Proses lelang tender proyek yang sempat tertunda pada 2014, itu dilanjutkan kembali pada tanggal 15 Januari 2015. Penandatanganan kontrak pun dilakukan oleh perusahaan yang memenangkan tender senilai Rp 465,65 miliar ini yakni PT Yasa Patria Perkasa dan PT Budi Bakti Prima yang membentuk usaha bersama berskema join operation (JO).

“Dengan dilanjutkannya pengerjaan ini semoga bisa menjawab kegerahan masyarakat yang selama ini selalu bertanya kapan pembangunan jalan ini akan dilanjutkan,” ujar Fadli kepada Kompas.com, sehari sebelum acara peresmian pengerjaan Jalan Lintas Kalbar pada Minggu (21/6/2015).

Proyek ini, lanjut Fadli, akan berjalan selama 3 tahun dengan masa pelaksanaan 1.095 hari. Sambil menunggu konstruksi dilakukan, proses perawatan jalan eksisting tetap berlangsung supaya masyarakat bisa menggunakan infrastruktur jalan ini.

“Jadi harapannya supaya masyarakat tidak cemas selalu bertanya kapan pengerjaan jalan ini dilanjutkan. Kita kerjakan sekarang,” tandas Fadli.

Panjang ruas jalan yang dikerjakan tersebut adalah ruas Jalan Tayan-Sosok sepanjang 41,6 kilometer, dan ruas Jalan Simpang Tanjung-Sanggau sepanjang 37,6 kilometer. Proyek dengan nomor kontrak 02/30-RCP-01/RB/ADB/2817/2015 ini menggunakan dana Asia Development Bank (ADB) dan APBN, dengan komposisi masing-masing sebesar 70 persen dan 30 persen.

“Kita mulai pengerjaan dengan menutup lubang terlebih dahulu, kemudian pengurukan, dilanjutkan memadatkan jalan, dan terakhir pengaspalan. Jadi kami berharap masyarakat bersabar, dalam jangka 3 tahun proyek ini akan diselesaikan,” janji Fadli.

Yang paling penting, tambah Fadli, semua proses yang sudah lama ditunggu dari awal 2013, karena ada gagal lelang, bisa dilanjutkan kembali.

Peningkatan jalan

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalimantan Barat, Jakius Sinyor menimpali, setelah melewati proses yang panjang dan rumit, akhirnya proyek ini benar-benar bisa dilaksanakan. Jalan eksisting dibangun sejak tahun 1989 hingga 1993 oleh perusahaan konstruksi asal Australia.

Setelah itu, praktis jalan tersebut tak pernah mendapat sentuhan perawatan, lebih lagi peningkatan jalan.

“Hampir 15 tahun jalan ini tidak pernah ada peningkatan. Baru pada tahun 2009 dimulai pengerjaan jalan yang tentu saja membutuhkan biaya sangat besar. Dari Desember 2012 sudah dilakukan lelang, namun dana yang ada tidak cukup saat itu,” kisah Jakius.

Jakius melanjutkan, biaya yang dibutuhkan untuk perbaikan dan perawatan jalan sekitar Rp 300-an miliar. Sayangnya, dananya tak kunjung siap pada saat itu. Hal ini disebabkan, proses tender sebelumnya yang dimenangkan oleh perusahaan BUMN dinyatakan cacat hukum.

Akhirnya, tambah Jakius, proses tender pun diulang kembali, sehingga waktu yang dibutuhkan menjadi tambah panjang. Masyarakat diharapkan bisa memahami proses sebenarnya yang terjadi.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Kalimantan Barat, Cornelis mengatakan selama ini dirinya menahan diri, memaklumi kekecewaan masyarakat dan anggota DPRD. Dia menegaskan pengerjaan jalan ini butuh waktu panjang, terutama dalam proses pelelangan.

“Anggota dewan harus paham Undang-Undang, mana yang jadi urusan provinsi, mana yang urusan pusat, dan mana yang menjadi urusan kabupaten. Anggaran yang ada untuk Kabupaten Sanggau ini lebih dari kabupaten lain yang ada di Kalbar ini,” cetus Cornelis.

Kembali bergulirnya pengerjaan Jalan Lintas Kalbar disambut antusias warga Sanggau, Ilahang, yang berharap pengerjaan jalan Sanggau-Tayan bisa terealisasi. Sehingga waktu tempuh dari Sanggau menuju Pontianak yang selama ini memakan waktu 5-6 jam bisa dipersingkat.

“Dengan begitu akses ke Pontianak akan lebih mudah, dan biaya operasional kendaraan (rusak atau mogok) akan lebih berkurang. Pengerjaan jalan ini tentunya memberi harapan bagi masyarakat yang mempunyai mobilitas tinggi,” tutur Ilahang.

properti.kompas.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me