Pilih Mudik atau Beli Rumah?

Big Banner

JAKARTA, KOMPAS.com Demi meraup penjualan di tengah kondisi ekonomi yang sedang lesu, beberapa pengembang melancarkan strategi pemasaran menarik. Satu di antaranya yang sering dilakukan adalah subsidi uang muka.

Alasan mereka, meskipun punya kemampuan membayar cicilan kredit pemilikan rumah (KPR) per bulan, sebagian besar masyarakat Indonesia justru memiliki keterbatasan untuk membayar uang muka atau down payment (DP). 

Nah, untuk mengakomodasinya, para pengembang menawarkan strategi pemasaran subsidi uang muka. Contohnya ialah PT Metropolitan Land Tbk. Pengembang yang membangun perumahan Metland Cileungsi, Kabupaten Bogor, ini menawarkan program menarik selama 1 Juni hingga 31 September 2015.

Program menarik tersebut adalah subsidi uang muka sebesar 5 persen untuk semua jenis tipe rumah, mulai dimensi 38/72 hingga 44/98. 

Menurut Marketing Staff Metland Cileungsi, Helmi Usman, dengan uang muka 5 persen, konsumen hanya diwajibkan membayar Rp 17,5 juta saat awal transaksi. Pasalnya, semua biaya, termasuk pajak pertambahan nilai (Ppn), bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB), biaya izin mendirikan bangunan (IMB), sambungan listrik, dan air serta biaya provisi KPR, dibebaskan.

“Konsumen tinggal menyediakan uang kas Rp 17,5 juta untuk mendapatkan rumah tipe 38/72,” ujar Helmi kepada Kompas.com, Senin (22/6/2015).

Helmi menambahkan, konsumen juga tak perlu menunggu konstruksi rumah rampung. Hal ini dimungkinkan karena unit-unit yang ditawarkan Metland Cileungsi dengan skema subsidi uang muka ini sudah tersedia alias ready stock

Program ini, lanjut Helmi, lebih mampu menarik minat konsumen. Mereka yang awalnya punya rencana mudik Lebaran ke kampung halaman ditangguhkan demi mendapatkan rumah idaman. 

“Pembeli Metland Cileungsi adalah karyawan pabrik di sekitar Bekasi, Cileungsi, dan pinggiran Jakarta lainnya. Mereka menunda mudik tahun ini,” kata Helmi.

Alhasil, rumah-rumah bertipe 38/72 dan 44/98 dengan masing-masing seharga Rp 333 juta dan Rp 468 juta tersisa 15 unit dan 10 unit.

Serupa halnya yang dilakukan pengembang Harvest City yang juga berlokasi di Cileungsi, PT Dwikarya Langgeng Sukses. Pengembang ini punya program promosi yang berlaku mulai 1 Juni hingga 30 Juni 2015. Program tersebut berupa uang muka 2,5 persen dari total 10 persen.

“Kami memberikan subsidi uang muka berdasarkan tipe rumah yang akan dibeli calon konsumen,” kata Marketing Staff Harvest City, Willy Hutapea.

Menurut Willy, bila tertarik membeli rumah tipe 33/78 seharga Rp 402 juta, konsumen hanya perlu membayar uang muka Rp 10 juta pada awal transaksi. Sebesar Rp 30 juta sisanya dari total Rp 40 juta ditanggung pengembang. 

Demikian juga dengan rumah tipe 43/90 yang dibanderol Rp 510 juta. Normalnya, uang muka yang harus dibayar konsumen sebesar Rp 51 juta. Namun, konsumen mendapat keringanan hanya membayar Rp 12,5 juta. Ini berarti, pengembang memberikan subsidi sekitar Rp 38 juta.

Dengan penawaran seperti ini, kata Willy, rumah-rumah di Harvest City terjual sebanyak 10-15 unit sejak awal Juni 2015.

Sementara itu, di Bukit Rivaria Sawangan, Depok, PT Perdana Gapura Prima Tbk memasarkan hunian dengan uang muka hanya 5 persen untuk tipe rumah seluas 57/119. Berbeda dengan dua perumahan di atas yang dibanderol seharga di bawah Rp 600 juta, di Bukit Rivaria ini, harganya mulai dari Rp 804 juta per unit.

Normalnya, uang muka yang harus dibayarkan konsumen sebesar 20 persen atau Rp 160,8 juta. Namun, karena ada program subsidi, konsumen hanya dibebani uang muka senilai Rp 40 juta. Itu pun bisa dicicil hingga tiga kali selama periode masa promosi sampai akhir tahun 2015.

Jadi, pilih mana, beli rumah atau mudik Lebaran 2015?

properti.kompas.com