Aturan Kepemilikan Properti Asing Perlu Perubahan Mendasar

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Pemerintah tengah mempertimbangkan untuk membuka keran kepemilikan properti oleh orang asing. Menteri Keuangan Bambang PS Brodjonegoro dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberi isyarat tentang hal itu. Apabila wacana tersebut memang disetujui pelaksanaannya masih butuh waktu. Menurut UU N0. 4/1992 tentang Perumahan dan Permukiman, orang asing boleh memiliki tempat tinggal di atas tanah hak pakai. Konon pemerintah tidak akan mengubah ketentuan ini karena terlalu panjang dan harus dibahas di DPR. Selain itu belum ada jaminan DPR menyetujui.

Properti Asing

Ilustrasi

Pemerintah menurut Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil tengah mengkaji ketentuan terkait hal ini. Yaitu Peraturan Pemerintah (PP) No. 41/1996 tentang Pemilikan Rumah Tempat Tinggal atau Hunian Orang Asing di Indonesia. Hunian yang boleh dimiliki nilainya di atas Rp5 miliar. Tapi, apabila yang direvisi hanya PP, undang-undangnya tidak berubah sehingga orang asing hanya boleh membeli properti di atas hak pakai, pengaruh terhadap pasar properti tidak siginifikan. Sebab, apartemen yang dibangun developer sebagian besar di atas tanah HGB. Hanya sebagian kecil apartemen di atas tanah hak pakai, misalnya di kawasan Senayan, Kemayoran, dan tanah reklamasi.

Terlepas dari soal regulasi tersebut, menurut Sekretaris Jenderal DPP Real Estat Indonesia (REI) Hari Raharta Sudradjat, dibolehkannya asing membeli properti di sini tidak akan menganggu program pembangunan sejuta rumah bagi kalangan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

“Kita ini defisit properti, ada capital flow karena orang kaya di sini beli properti di luar negeri sementara dari luar nggak boleh beli di sini, mereka juga gencar beriklan di sini. Yang kita jual juga unitnya bukan tanah, pemerintah bisa mendapatkan pajak yang besar dari asing yang bisa digunakan untuk subsidi silang program sejuta rumah,” ujarnya kepada housing-estate.com usai rapat dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, pekan ini.

Di tengah industri properti tanah air yang tengah melemah, nyatanya menurut Hari, aliran uang untuk sektor properti tetap mengalir dengan baik. Hari juga menginginkan sektor properti bisa lebih berperan di tanah air dengan menyumbang devisa yang besar, salah satunya dari aliran dana konsumen luar negeri.

Hal ini juga sudah disampaikan kepada Presiden Jokowi dan ia mengaku tengah menimbang dengan serius untuk memperbolehkan asing bisa membeli properti di sini. Hanya saja presiden juga meminta kajian dari REI berapa potensi yang bisa didapat bila keran untuk kepemilikan properti bagi asing dibuka.

“Presiden menyatakan dia siap pasang badan untuk membolehkan asing membeli di sini, tapi dia juga minta kajian apa dampaknya bagi perekonomian. Beliau tidak mau sudah pasang badan nantinya malah merugikan rakyat,” tandas Hari.

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me