Berniat Bangun Reputasi, Pengembang China Berani Investasi Triliunan Rupiah

Direktur PT Sindeli Propertindo Abadi, Huang De Xin, dan CEO PT Sindeli Propertindo Abadi, Wu Wei, berfoto depan maket Jkt Living Star. Foto: Rumah123/PT SPAPasar properti kita semakin ramai. Investor ...

  • propertidata
  • 2017.01.09
  • 1245

    view

  • Berniat Bangun Reputasi, Pengembang China Berani Investasi Triliunan Rupiah

    Direktur PT Sindeli Propertindo Abadi, Huang De Xin, dan CEO PT Sindeli Propertindo Abadi, Wu Wei, berfoto depan maket Jkt Living Star. Foto: Rumah123/PT SPA

     Pasar properti kita semakin ramai. Investor sekaligus pengembang asal China ikut bermain di sektor ini. Sebut saja Hongkong Land, China Sonangol, dan CCCG. Kini, Wuzhou Investment Group juga memasuki pasar properti Indonesia.

    Dengan bendera PT Sindeli Propertindo Abadi (SPA), raksasa di sektor investasi kesehatan itu mengembangkan apartemen Jakarta Star Living (Jkt Star Living). Sebagaimana investor pendahulunya, PT SPA ini juga menanamkan dana triliunan rupiah.

    Dana yang mereka gelontorkan sekitar 150 juta dollar AS atau setara Rp2,002 triliun. Dana sebesar itu mereka alokasikan untuk membangun enam menara dengan 3.700 unit yang dilengkapi mal, hotel, di atas lahan seluas 4,8 hektar.

    Baca juga: Kenapa Kawasan di Luar CBD Berprospek Bagus untuk Dikembangkan?

    Dana raksasa itu merupakan ekuitas perusahaan, bukan uang konsumen, juga bukan pinjaman perbankan.

    "Dari total 150 juta dollar AS itu, seluruhnya uang perusahaan yang berasal dari induk Wuzhou Investment Group," kata CEO PT SPA, Wu Wei, seperti dikutip dari Kompas.com, Minggu (8/1).

    Wu juga mengatakan, mereka membeli lahan di Jalan Lapangan Tembak, Cibubur, Jakarta Timur, yang merupakan lokasi apartemen, secara tunai. Membayar kontan disebut Wu sebagai bukti dari keseriusan mereka berkiprah di sektor properti Indonesia.

    "Kami membeli lahan di sini pada April 2015 lalu," kata Wu menekankan.

    Baca juga: Siasati Lahan Terbatas, Pengembang Pilih Kembangkan Townhouse

    Menariknya, Wu mengatakan bahwa PT SPA bukan mengejar profit, melainkan membangun reputasi. Jika reputasi dan rekam jejak mereka sudah terbukti baik, maka mereka berharap bisa berekspansi ke proyek berikutnya dengan mudah.

    PT SPA optimistis bisa meraup penjualan maksimal dengan penawaran harga Rp11 juta-Rp13 juta per meter persegi atau sekitar Rp260 juta untuk Tipe Studio. Lokasi apartemennya mengandalkan dua akses, yakni Jalanl Tol Cibubur dan Jalan Raya Cimanggis.

    Sebagai tahap awal, akan dibangun menara pertama dengan 594 unit dan ruang ritel atau mal seluas 3.000 meter persegi dengan nilai proyek 20 juta dollar AS. Pembangunan akan dimulai pada April 2017, dan dijadwalkan rampung empat tahun mendatang atau akhir 2020.

     rumah123.com

    Kalau kamu suka artikel ini, ayo klik Suka!

    Menyajikan berita infotainment setiap hari

    Beritahu artikel ini pada teman
    • Tweet
    • Share

    Artikel pada kategori yang sama

    Artikel terkait

    Kata Kunci Terkait

    Cari artikel rangkuman dari kata kunci