4 Mal Baru Beroperasi 2016, Turunkan Okupansi Jadi 81,9%

JAKARTA - Sejak 2014, tingkat okupansi pusat perbelanjaan di kawasan Central Business District (CBD) masih tergolong stabil di kisaran 92%. Bahkan sejak pengumuman moratorium pembangunan ritel di 2011 ...

  • propertidata
  • 2017.01.10
  • 1383

    view

  • 4 Mal Baru Beroperasi 2016, Turunkan Okupansi Jadi 81,9%

    JAKARTA - Sejak 2014, tingkat okupansi pusat perbelanjaan di kawasan Central Business District (CBD) masih tergolong stabil di kisaran 92%. Bahkan sejak pengumuman moratorium pembangunan ritel di 2011 berdampak pada pertumbuhan pasokan di kawasan bisnis tersebut.

    Berdasarkan data Colliers International Indonesia, Selasa (10/9/2017), moratorium ritel ternyata juga memberikan dampak pada tuan tanah pemilik pusat perbelanjaan kelas menengah atas. Sebab, mereka akan diberikan lebih banyak pilihan yakni antara memasukkan tenan kelas menengah bawah atau tingkat okupansi akan tetap tinggi.

    BERITA REKOMENDASI

    Tenant Makanan dan Minuman Akan Menjamur di Mal Sepanjang 2017Tingkat Okupansi Anjlok Akibat Dibukanya Mal di Tangerang dan BogorTangerang dan Bekasi Jadi Primadona Pembangunan Mal

    Sedangkan empat pusat perbelanjaan di luar kawasan CBD yang mulai beroperasi dan membawa okupansi pada 81,9% per kuartal IV-2016. Angka ini menurun 2,4% YoY.

    Tenan-tenan seperti Ace Hardware, CGV Blitz, Lotte Mart, dan Funworld sudah dibuka di Green City Mall, sebuah mal yang baru beroperasi di kuartal IV-2016. Tiga mal lainnya yang dibuka pada kuartal sebelumnya 2016, memiliki tingkat okupansi rata-rata yang cukup tinggi. Namun, ruang yang telah terisi tercatat sekitar 45% dari komitmen penyerapan disumbangkan oleh tiga pusat perbelanjaan baru beroperasi pada akhir 2016.

    Di luar kawasan CBD, tingkat okupansi pusat perbelanjaan di Jakarta Selatan menunjukkan kenaikan. Secara bertahap, para penyewa mengincar gerai di One Bel Park Mall yang baru beroperasi.

    Meski demikian, toko-toko ini hanya membantu tingkat okupansi terbatas 89,3%. Sebaliknya, kawasan lainnya menunjukkan tren penurunan dalam hal tingkat okupansi, yang mana secara garis besar disumbang oleh pusat belanja baru beroperasi. Seperti yang telah disebutkan di atas, Green City Mall menyebabkan rata-rata okupansi di bawah 70% di Jakarta Pusat per kuartal IV-2016.

    Tingkat okupansi di pusat perbelanjaan kelas menengah atas menunjukkan tren penurunan moderat YoY. Namun, tingkat rata-rata okupansi masih tergolong tinggi mencapai 89-90%. Tambahan pasokan ini akan membuat tingkat okupansi pusat perbelanjaan pada kelas ini tetap tinggi ke depannya.

    Selain itu, pusat perbelanjaan kelas menengah akan tetap diminati oleh para penyewa tenan, entah itu untuk membuka tenan baru atau menambah gerai barunya. Sedangkan pusat perbelanjaan kelas menengah akan menjadi pilihan keduanya. Tingkat okupansi menunjukkan kinerja meningkat meski secara bertahap.

    property.okezone.com

    Kalau kamu suka artikel ini, ayo klik Suka!

    Menyajikan berita infotainment setiap hari

    Beritahu artikel ini pada teman
    • Tweet
    • Share

    Artikel pada kategori yang sama

    Artikel terkait

    Kata Kunci Terkait

    Cari artikel rangkuman dari kata kunci