BI Resmi Turunkan Uang Muka Kredit Rumah dan Kendaraan

Big Banner

Bank Indonesia (BI) akhirnya menerbitkan kebijakan pelonggaran porsi pembiayaan bank atau Loan to Value (LTV) / Financing to Value (FTV) bagi Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) yang tertuang pada Peraturan BI Nomor 17/10/PBI/2015. Aturan baru yang diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi ini berlaku sejak Kamis, 18 Juni 2015.

“Secara umum, pelonggaran ketentuan ini didasarkan pada pertimbangan bahwa sektor kredit properti dan kendaraan bermotor memiliki keterkaitan serta efek yang cukup besar kepada sektor-sektor ekonomi lainnya,” ujar Yati Kurniati, Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial Bank Indonesia, seperti informasi yang diterima Rumahku.com

BACA JUGA : PRESIDEN JOKOWI SETUJU WNA MILIKI PROPERTI

Yati mencontohkan, jika permintaan properti meningkat, maka permintaan akan alat-alat dan material bangunan, serta furnitur rumah juga meningkat. Ada keterkaitan antara sektor properti dengan sektor lainnya sehingga pelonggaran LTV diharapkan akan membangkitkan berbagai sektor perekonomian di Indonesia. 

Seperti diketahui, pada aturan LTV yang lama, rumah pertama dengan luas bangunan di atas 70 meter persegi berlaku LTV sebesar 70 persen atau dengan uang muka 30 persen. Sementara untuk rumah kedua, LTV sebesar 60 persen, lalu rumah ketiga dan seterusnya sebesar 50 persen. 

Namun, kini BI sudah melonggarkannya dengan cara menaikkan besaran rasio LTV yang dikucurkan bank kepada nasabah sebesar 10 persen untuk KPR. Ini berarti uang muka hanya 20 persen dari harga properti. Selain itu, untuk KKB juga diturunkan sebesar 5 persen. Ini berarti uang muka kendaraan roda 2 menjadi 20 persen, roda 3 atau lebih non produktif 25 persen, dan roda 3 atau lebih produktif 20 persen.

 

rumahku.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me