BI Proyeksikan Kelonggaran LTV Akan Dongkrak Kredit Properti

Big Banner

WE Online, Jakarta – Bank Indonesia (BI) baru saja melonggarkan kebijakan Makroprudensial dalam bentuk peningkatan Rasio Loan to Value (LTV) atau Rasio Financing to Value (FTV) untuk kredit pemilikan rumah (KPR), kredit pemilikan apartment (KPA) dan penurunan uang muka untuk kredit kendaraan bermotor (KKB).

Direktur Kebijakan Makroprudensial BI Yati Kurniati mengatakan, kebijakan ini akan meningkatkan pertumbuhan kredit properti sebesar 1% hingga akhir tahun.

“Semester dua kita harapkan pertumbuhan kredit bertambah 1 persen, memang kecil tapi harapannya bisa mendorong pertumbuhan ekonomi,” ujar Yati saat ditemui di gedung BI Jakarta, Rabu (24/6/2015).

Secara nilai, Yati memperkirakan kelonggaran aturan tersebut berpotensi menambah kredit senilai Rp 4,5 triliun di tahun ini. “Secara nilai memang ada range potensi pertambahan KPR dari Rp3,2 triliun sampai Rp4,5 triliun untuk tahun ini,” ungkapnya.

Lebih jauh dia mengatakan, kelonggaran LTV atau FTV ini tidak hanya mendorong pertumbuhan kredit properti maupun KKB, namun juga sektor-sektor pendukung lainnya akan ikut meningkat.

“Kalau kita bisa mendorong pembiayaan perumahan tentu kebutuhan untuk supply rumah juga akan meningkat seperti bahan bangunan, industri baja, semen dan lain-lain. Properti itu keterkaitan dengan industri lainnya cukup tinggi,” paparnya.

Informasi saja, aturan pelonggaran LTV ini tertuang pada PBI No.17/10/PBI/2015 tentangRasio Loan to Value atau Rasio Financing to Valueuntuk Kredit atau Pembiayaan Properti dan Uang Muka untuk Kredit atau Pembiayaan Kendaraan Bermotor yang berlau sejak tanggal 18 Juni 2015.

Adapun, hingga Maret 2015, pertumbuhan KPR hanya sebesar 11,8%. Melalui pelonggaran ini, BI berharap dapat meningkatkan kredit hingga 12% di akhir tahun 2015.

Penulis: Fajar Sulaiman

Editor: Achmad Fauzi

Foto: Sufri Yuliardi

wartaekonomi.co.id

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me