3 Alasan Properti di Jakarta Menarik bagi Investor Asing

Big Banner

Jakarta – Ibukota negara Indonesia, Jakarta, merayakan ulang tahunnya pada minggu ini. Rumah bagi lebih dari sembilan juta orang, real estate memainkan peran besar di dalam dinamika kota ini.

Pasar yang menguntungkan membuat Jakarta menjadi salah satu hotspot utama bagi investasi properti di Asia Tenggara, bahkan di dunia.

Dalam rangka ulang tahun Jakarta yang ke 488, portal properti global, Lamudi, merilis tiga hal yang menjadi keunggulan real estate di ibu kota.

Deretan Gedung Pencakar Langit

Dengan bangunan tertinggi di kota hanya setinggi 252 meter, Jakarta bisa dibilang tertinggal dari negara-negara tetangganya, seperti Malaysia (452m) dan Thailand (304m), dalam hal ukuran gedung pencakar langit. Namun, hal itu akan segera berubah. Jakarta mulai mengejar ketertinggalannya dengan perkembangan besar-besaran gedung pencakar langit dalam lima tahun ke depan.

Setidaknya, bakal ada 10 proyek pencakar langit yang sedang dibangun, dan tahun ini kita akan melihat penyelesaian Menara Cemindo yang memiliki ketinggian hingga 310m. Dan ketika proyek megatall Signature Tower (638m) selesai pada 2020, ia akan menjadi bangunan tertinggi keenam di dunia.

Bursa Properti Mewah

Selama dua tahun berturut-turut, tahun 2012 dan 2013, Jakarta dinobatkan sebagai lokasi utama untuk investasi properti mewah di dunia. Pertumbuhan harganya naik masing-masing hingga 38,1 persen dan 37,7 persen. Dengan perlambatan ekonomi di tahun 2014, posisinya sedikit menurun, meskipun masih di posisi 15 teratas dengan pertumbuhan sebesar 11,2 persen.

Booming pasar properti mewah di kota ini terjadi karena meningkatnya permintaan dari orang kaya di Jakarta yang terus bertambah, dan preferensi sebagian besar orang Indonesia untuk berinvestasi kekayaan mereka di properti. Dengan ketersediaan lahan yang menurun setiap tahun, pasar mewah Jakarta hanya bisa tumbuh ke atas.

Paling Dicari secara Online

Indonesia dikenal seluruh dunia karena para pengguna media sosialnya. Jakarta bahkan dijuluki sebagai ibukota Twitter karena banyaknya jumlah interaksi di portal tersebut, berasal dari kota ini.

Warga Jakarta lebih akrab dengan internet daripada populasi lainnya di negara ini, dan karena itu tidak mengherankan jika orang-orang di kota ini beralih ke Internet untuk menemukan rumah ideal mereka.

Feriawan Hidayat/FER

PR

beritasatu.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me