Pemerintah Minta REI Berikan Data Rumah Murah

Big Banner

Jakarta – Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Syarif Burhanuddin meminta kepada Realestat Indonesia (REI) untukmemberi data akurat jumlah rumah murah yang sudah dan akan dibangun oleh anggotanya. Data tersebut diperlukan untuk mengetahui berapa banyak potensi pembangunan rumah murah bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Selain itu sebagai tolok ukur dukungan REI terhadap Program Sejuta Rumah.

“Kami mengapresiasi dukungan REI terhadap pelaksanaan Program Sejuta Rumah ini. Namun kami berharap REI juga bisa memberikan data mengenai data rumah murah yang telah dibangun oleh anggotanya,” ujar Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Syarif Burhanuddin dalam siaran pers yang diterima SP, Sabtu (27/6) pagi.

Hal itu disampaikan Syarif dalam Rapat Koordinasi Regional (Rakoreg) REI di Jakarta, Jumat (26/6) kemarin. Kegiatan Rakoreg yang ditujukan untuk monitoring pelaksanaan Program Pembangunan Sejuta Rumah REI tersebut dihadiri sekitar 28 perwakilan DPD REI dari seluruh wilayah Indonesia.

Nantinya data rumah murah akan digunakan pemerintah untuk memberikan akses kepada masyarakat yang ingin mengetahui perkembangan Program Sejuta Rumah. Program itu telah dicanangkan oleh Presiden melalui website sejutarumah.id.

“Pemerintah juga mengajak para pengembang lain untuk ikut berpartisipasi dalam memberikan data tentang informasi pembangunan rumah seperti nama dan alamat perusahaan, lokasi proyek perumahan, jumlah unit rumah yang dibangun serta harga jual rumahnya melalui website sejutarumah.id tersebut,” kata Syarif.

Selain menjadi database program Sejuta Rumah, pengembang juga bisa menjadikan sejutarumah.id sebagai tempat untuk mempromosikan proyek rumah murah yang dibangunnya kepada masyarakat luas.

“Mungkin selama ini pengembang banyak pengembang yang beranggapan membangun rumah murah dan rumah komersial itu itu sama capeknya, sama lamanya, biayanya tidak terlalu beda jauh tapi untungnya sangat berbeda jauh. Oleh karena itu, kami akan bantu pengembang untuk mempromosikan rumah murah melalui sejutarumah.id sehingga masyarakat bisa lebih mudah mengaksesnya,” kata Syarif.

Terkait dengan bantuan yang diberikan kepada pengembang rumah murah, Syarif menyatakan ke depan akan banyak bantuan yang akan diberikan seperti keringanan biaya IMB, subsidi KPR serta bantuan prasarana, sarana dan utilitas seperti jalan, listrik dan saluran air sehingga harga jual rumah yang diperuntukkan bagi masyarakat tidak terlalu tinggi.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Jenderal REI Hari Raharta Sudrajat menyatakan, pihaknya saat ini sudah melakukan pendataan bagi anggotanya yang sedang dan akan membangun rumah murah sebagai bentuk dukungan terhadap Program Sejuta Rumah tersebut. Namun demikian, masih ada beberapa pengembang di sejumlah daerah yang belum memberikan data yang akurat mengenai pembangunan rumah yang dilaksanakan.

Siprianus Edi Hardum/MUT

PR/ Suara Pembaruan

beritasatu.com