Permintaan Apartemen Tahun Ini Bakal Naik

JAKARTA, KOMPAS.com - Permintaan terhadap hunian vertikal atau apartemen diperkirakan bakal mengalami kenaikan tahun ini. Hal itu dipengaruhi berbagai macam relaksasi kebijakan dari pemerintah yang diberlakukan ...

  • propertidata
  • 2017.01.11
  • 1454

    view

  • Permintaan Apartemen Tahun Ini Bakal Naik

    JAKARTA, KOMPAS.com - Permintaan terhadap hunian vertikal atau apartemen diperkirakan bakal mengalami kenaikan tahun ini. Hal itu dipengaruhi berbagai macam relaksasi kebijakan dari pemerintah yang diberlakukan sejak 2016 seiring membaiknya kondisi makro ekonomi pada 2017.

    Namun, secara keseluruhan pasar apartemen di Jakarta belum menunjukkan pemulihan signifikan, menyusul dikeluarkannya beberapa kebijakan untuk memberikan pemulihan terhadap pasar tersebut oleh pemerintah.

    "Tentu kami berharap semester pertama ini ada kenaikan penjualan yang baik, karena indikasinya pada akhir tahun ini beberapa apartemen yang dijual ada penambahan pembelian unit dari 5 jadi 10-15 unit. Jadi, enam bulan ini akan membaik dari periode sebelumnya," ujar Associate Director Residential Sales & Leasing Colliers International Indonesia Aleviery Akbar, kepada Kompas.com, Kamis (5/1/2017).

    Akbar mengakui, kondisi makro ekonomi yang lebih lambat dari perkiraan dan upaya pemerintah untuk mengejar pengumpulan pajak masih terhambat sentimen para pembeli. Kebanyakan investor masih melanjutkan sikap hati-hatinya dalam melakukan pembelian properti terutama apartemen.

    Di sisi lain, banyak pengembang yang melakukan revisi mengurangi pemasaran dan penjualannya lantaran lemahnya permintaan selama 2016. Kondisi itu kemudian membuat performa penjualan apartemen tetap datar sepanjang 2016.

    Lebih jauh lagi, selama kuartal-IV 2016, rasio pembelian apartemen pasca penawaran oleh pengembang (take-up rates) menurun 0,2 persen dari kuartal sebelumnya menjadi 86,8 persen.

    "Namun, di tengah-tengah penurunan yang terjadi hingga akhir 2016, permintaan apartemen masih ada di level positif sebagai bukti kenaikan take-up rates secara tahunan," imbuh Akbar.

    Adapun kenaikan take-up rates kumulatif tahun ini sebagian terjadi karena sedikitnya jumlah proyek yang diluncurkan atau 50 persen lebih sedikit dibanding 2015 sehingga membantu para pengembang untuk fokus menjual stok apartemen yang sudah ada.

    Lebih lanjut, menurut Akbar, di tengah perlambatan pasar saat ini banyak pengembang menawarkan diskon besar dan skema pembayaran fleksibel terhadap para pembeli potensial.

    "Dengan melihat contoh tersebut, kami pikir ini masih terlalu dini untuk menganggapnya sebagai sebuah bukti pemulihan pasar melainkan hanya sebuah solusi jangka pendek," ujarnya.

    properti.kompas.com

    Kalau kamu suka artikel ini, ayo klik Suka!

    Menyajikan berita infotainment setiap hari

    Beritahu artikel ini pada teman
    • Tweet
    • Share

    Artikel pada kategori yang sama

    Artikel terkait

    Kata Kunci Terkait

    Cari artikel rangkuman dari kata kunci