REI Telah Bangun 32.076 Unit Rumah MBR

Big Banner

Jakarta – Dalam mewujudkan program satu juta rumah yang dicanangkan oleh pemerintah. Pengembang yang tergabung dalam Real Estate Indonesia (REI) mengklaim bahwa, sampai dengan Juni sudah merealisasikan pembangunan sebanyak 32.076 unit rumah.

Ketua Umum DPP REI Eddy Hussy, mengatakan, total proyek yang telah direalisasikan tersebut dibangun oleh 26 DPD REI yang tersebar diberbagai provinsi di Indonesia.

“Jumlahnya direalisasi sampai awal Juni capai 32 ribu tersebar di 26 DPD REI yang sudah confirmasi kepada kami untuk bangun ditahun ini. Namun jumlah tersebut bisa berubah dan akan bertambah, karena ada data yang belum masuk,” kata Eddy, saat bincang bincang dengan Media, di Hotel Atlet Century Park, Jakarta, Jumat (26/6)

Eddy mengatakan, proyek pembangunan rumah murah yang telah rampung dibangun tersebut merupakan 28,1 persen dari target pembangun yang dicanangkan oleh REI. Ia mengakui bahwa dari total target pembangunan tahun ini masih berkurang dari target awal sebanyak 287 ribu unit pertahun.

“Karena waktunya yang terbatas, kami hanya mampu bangun 118 ribu unit. Sisanya sekitar 80 ribu unit kami yakin bisa terbangun selama enam bulan. Tapi untuk tahun depan kami berkomitmen untuk bangun 287 unit per tahunnya,” kata dia.

Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera), Syarif Burhanuddin meminta kepada Realestat Indonesia (REI) untuk segera memberikan data yang akurat mengenai jumlah pasokan rumah murah yang sudah dan akan dibangun oleh anggotanya.

Data tersebut, kata dia, sangat diperlukan untuk mengetahui berapa banyak potensi pembangunan rumah murah untuk masyarakat berpenghasilan rendah serta sebagai tolok ukur dukungan REI terhadap Program Sejuta Rumah.

“Kami mengapresiasi dukungan REI terhadap pelaksanaan Program Sejuta Rumah ini. Namun kami berharap REI juga bisa memberikan data mengenai data rumah murah yang telah dibangun oleh anggotanya,” kata Syarif, dalam acara Rapat Koordinasi Regional (Rakoreg) REI.

Data tersebut, kata Syarif, sangat diperlukan sebagai bagian dari pendataan pemerintah untuk memberikan akses kepada masyarakat yang ingin mengetahui perkembangan Program Sejuta Rumah yang telah dicanangkan oleh Presiden. Dalam hal ini, pemerintah juga ingin meningkatkan kerjasama dengan REI sehingga ada transparansi data pembangunan rumah ada saat ini.

Lebih lanjut, Syarif menambahkan, pemerintah juga mengajak para pengembang lain untuk ikut berpartisipasi dalam memberikan data tentang informasi pembangunan rumah seperti nama dan alamat perusahaan, lokasi proyek perumahan, jumlah unit rumah yang dibangun serta harga jual rumahnya.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Jenderal REI Hari Raharta Sudrajat menyatakan, pihaknya saat ini sudah melakukan pendataan bagi anggotanya yang sedang dan akan membangun rumah murah sebagai bentuk dukungan terhadap Program Sejuta Rumah tersebut. Namun demikian, masih ada beberapa pengembang di sejumlah daerah yang belum memberikan data yang akurat mengenai pembangunan rumah yang dilaksanakan.

“Kami siap mendukung Program Sejuta Rumah ini. Namun kami juga berharap pemerintah bisa memberikan insentif bagi pengembang yang telah membangun rumah murah ini,” harapnya.

Ditambahkan Eddy Hussy, saat ini sudah ada dua perusahaan besar yang telah berkomitmen membangun 54 ribu rumah susun milik (rusunami) di wilayah Jakarta dan sekitarnya dalam rangka mendorong percepatan sejuta rumah. Kedua pengembang tersebut adalah PT Agung Podomoro Group (APG) dan PT Agung Sedayu Group (ASG).

“Sudah ada komitmen dari pengembang besar APG dan ASG yang rencananya akan membangun 54 ribu unit rusunami di Jakarta,,” kata dia.

Soal lokasi, kata Eddy, pihaknya belum mengetahui persis akan membangun rusunami di Jakarta. Namun dirinya mengaku senang menyambut kedua pengembang besar ini untuk ikut dalam program pemerintah.
“Lokasinya kami belum tahu, apakah di Jakarta atau disekitar Jakarta, tetapi komitmen pengembang ini kami sambut baik,” ujarnya.

REI, kata Edy Hussy, akan terus berupaya menggandeng seluruh pengembang untuk ikut menyukseskan program satu juta rumah. Hal ini sebagai bentuk mendukung kegiatan pemerintah dalam bangun program sejuta rumah.

Investor Daily

Imam Mudzakir/FER

Investor Daily

beritasatu.com