Di Serpong, Apartemen Tipe Studio Paling Laku

Big Banner

SERPONG, KOMPAS.com – Mudah dimafhumi jika pengembang sekaliber Sinarmas Land Group merambah kelas masyarakat berkantong tipis. Melalui produk-produk dengan harga terjangkau, raksasa bertentakel utama PT BSD Tbk ini, secara agresif mengisi ceruk pasar yang menempati porsi mayoritas populasi Indonesia.

Tingkat penjualan apartemen kelas menengah ke bawah di Serpong, Tangerang Selatan, masih sangat positif dibanding kelas atas, dan mewah. Hal ini dibuktikan dengan terserapnya secara sempurna Kalyana Tower sebanyak 746 unit di dalam pengembangan Akasa Pure Living.

Kalyana Tower ini didominasi oleh unit tipe studio seukuran 22 meter persegi. Tak puas dengan Kalyana Tower, per 12 Juni 2015, Sinarmas Land kemudian menawarkan menara kedua yakni Kirana Tower dengan 5 pilihan tipe unit.

Kelima tipe ini adalah studio dengan luas semi gross 22,48 meter persegi, tipe studio sudut dengan luas semi gross 27,65 meter persegi, tipe 1 kamar tidur berdimensi 26,96 meter persegi, tipe 1 kamar tidur A seluas 30,24 meter persegi, dan tipe dua kamar tidur 50,22 meter persegi.

Managing Director Corporate Strategy and Services Sinarmas Land Group, Ishak Chandra, mengatakan, pihaknya tak hanya menawarkan hunian, melainkan juga nilai investasi dengan potensi tinggi.

Oleh karena itu, tidak seperti portofolio Sinarmas Land lainnya yang rerata menyentuh angka di atas Rp 1 miliar, Kirana Tower dibanderol hanya Rp 267 juta di luar PPn per unit. Jika dihitung per meter persegi, maka harganya terbilang kompetitif yakni Rp 11,8 juta.

Besarnya ceruk pasar menengah ke bawah ini, juga dibidik PT Amazana Kencana. Mereka mendulang penjualan 60 persen dari total 467 unit Amazana Serpong Residences. Apartemen ini berlokasi di Jl Raya Jelupang, Serpong Utara.

Direktur Utama PT Amazana Kencana, Boediman Widjaja, mengungkapkan segmen pasar menengah ke bawah di kawasan Serpong sangat besar dan potensial. Karena itu, sebanyak 70 persen dari total 467 unit Amazana Serpong Residences merupakan tipe studio seluas 22 meter persegi yang harganya hanya Rp 370 juta per unit.

Sementara tipe lainnya adalah satu kamar tidur seluas 28 meter persegi dengan banderol Rp 475 juta, griya tawang seluas 45 meter seharga Rp 1 miliar, dan small office home office (SOHO) seluas 141 meter persegi, dipatok Rp 1,925 miliar.

“Kami berani merambah kelas ini karena kebutuhannya tinggi. Terutama di Serpong. Pasarnya adalah para mahasiswa yang belajar di kampus-kampus seperti Binus, Prasetya Mulya, German University dan lain-lain,” tutur Boediman kepada Kompas.com, Sabtu (27/6/2015).

Selain mahasiswa, segmen lainnya yang tak kalah potensial menurut Direktur PT Amazana Kencana, Thomas Go, adalah karyawan dan manajer yang berkantor di koridor TB Simatupang, dan Pondok Indah, Jakarta Selatan.

“Mereka membutuhkan hunian representatif dengan harga kompetitif dan dekat dengan tempat kerja. Amazana bisa diakses melalui Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR),” tandas Thomas.

Hingga saat ini, buka Thomas, Amazana Serpong Residences yang dikembangkan dengan nilai investasi Rp 180 miliar, telah meraup 60 persen pembeli. Rencananya apartemen ini akan diserahterimakan secara bertahap mulai Desember 2016 hingga April 2017 mendatang.

 

properti.kompas.com