Tak Pikirkan Properti Asing, REI Fokus Garap Rumah Murah

Big Banner

SERANG – Sebentar lagi pemerintah akan menerapkan aturan kepemilikan asing untuk properti mewah. Namun, hal tersebut sepertinya tidak mendapatkan respons meriah oleh Real Estate Indonesia (REI).

“Ssebenarnya sudah lama aturan asing boleh punya properti itu,” ungkap Ketua Umum DPP REI Eddy Hussy saat ditemui di Serang, Sabtu (27/6/2015).

REI sebenarnya memang sudah lama mengusulkan pembukaan akses kepemilikan properti untuk warga asing. Bahkan, pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sempat memberi sinyal persetujuan, namun hingga SBY lengser, kebijakan itu tak juga keluar.
       
Saat ini, kepemilikan properti oleh WNA diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 1996. Aturan tersebut mengatur bahwa warga asing hanya berhak memiliki hak pakai properti di Indonesia selama 25 tahun yang bisa diperpanjang 20 tahun dan ditambah lagi selama 25 tahun.

Namun, pada kesempatan tersebut, Eddy enggan menjelaskan lebih lanjut mengenai aturan yang diusulkan oleh pihak REI. Dia mengaku saat ini, hanya fokus terhadap pembangunan satu juta rumah yang dicanangkan Presiden Jokowi Widodo (Jokowi).

“Kita sekarang fokusnya sejuta runah saja dulu. Fokus bangun rumah supaya pasar menengah ini meningkat daya belinya. Bagaimana pendapatannya membaik dan butuh rumah baik,” ujar Eddy.

Dia melanjutkan, hingga April kemarin, REI sudah membangun 32 ribu rumah dari target tahun ini sebesar 114 ribu rumah. Masih sedikitnya pembangunan tersebut dikarenakan, launching pembangunan satu juta rumah yang tidak dimulai dari awal tahun.

“Kalau semua pihak mendukung, tahun depan bisa 280 ribu rumah,” tandas dia.

(wdi)

property.okezone.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me