Bonus Demografi, Jakarta dan Yogyakarta Harus Siapkan Infrastruktur Tambahan

Big Banner

Kementerian Pekerjaan Umun dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) dituntut untuk terus menambahkan infrastruktur serta industri lagi untuk provinsi yang memasuki era bonus demografi. Hal tersebut dinyatakan oleh pakar kependudukan Haryono Suyono yang juga merupakan Kepala BKKBN. Menurutnya, bonus demografi harus dimanfaatkan dengan baik guna meningkatkan pembangunan nasional. 

“Menteri PU-Pera harus memastikan pembangunan infrastruktur itu benar-benar bisa memfasilitasi bonus demografi agar jadi mesin penggerak ekonomi nasional,” ucap Haryono, seperti informasi yang diterima Rumahku.com.

Selain infrastruktur, mantan Menko Kesra itu juga menegaskan bahwa wilayah yang termasuk bonus demografi agar membangun pusat pertumbuhan ekonomi baru yang menghubungkan antara residensial dengan kawasan industri terintegrasi. 

“Jakarta dan Yogya merupakan provinsi yang masuk dalam bonus demografi sejak tahun 1990. Selain itu, ada juga Jawa Timur. Ketiga provinsi inilah yang sampai sekarang bonus demografinya besar. Karena selain area tersebut, penduduk disekitarnya juga pada datang ke sana, apalagi pembangunannya masih terpusat,” papar Haryono. 

Maka dari itu, Kementerian PU-Pera diminta untuk menjamin tersedianya infrastruktur, termasuk menjamin aksesbilitas antar wilayah. 

Bonus demografi sendiri adalah perbandingan antara penduduk usia produktif yang lebih besar ketimbang usia non produktif. Sederhananya, wilayah yang masuk era bonus demografi merupakan wilayah yang usia pekerjanya sangat banyak, usia anak-anaknya masih sedikit, dan usia tuanya juga tidak terlalu banyak. Diprediksi, pada tahun 2020-2030 Indonesia akan memasuki era bonus demografi dengan persentase usia produktif (15-64 tahun) sebanyak 70 persen.  

rumahku.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me