Plus Minus Pemilikan Asing (1)

Jakarta – Perlu kah kran kepemilikan asing dibuka sebesar-besarnya? Jika membawa kemanfaatan, gagasan tersebut layak dipertimbangkan. Jika sebaliknya, gagasan tersebut sebaiknya dipikirkan ulang.

Selama ini, kepemilikan asing diatur dalam Peraturan Pemerintah No 41 Tahun 1996. Regulasi ini mengatur tentang Pemilikan Rumah Tinggal atau Hunian oleh Orang Asing yang Berkedudukan di Indonesia.
Kepemilikan tersebut dibatasi melalui skema Hak Pakai, dengan durasi waktu tidak boleh lebih dari 25 tahun. Namun, durasi tersebut dapat diperpanjang sejauh orang asing dimaksud masih tinggal di Indonesia.

Wacana yang berkembang saat ini, durasi kepemilikan bagi orang asing bisa seumur hidup. Skema ini diharapkan dapat memperluas serapan properti oleh konsumen asing. Dengan demikian industri properti akan kembali bergairah, setelah ‘mati suri’ sejak pertengahan tahun lalu.

Gayung bersambut. Kalangan pengembang menyambut gembira wacana itu. Bahkan, sebagian pengembang mulai mengantisipasi lonjakan pembeli asing. Salah satu antisipasi adalah mempromosikan unit-unit properti yang mematok harga di atas Rp 5 miliar. Patokan harga itu lah yang kencang berhembus. Konsumen asing bisa membeli properti di Indonesia, dengan bandrol harga di atas Rp 5 miliar.

PT Prioritas Land Indonesia (PLI),misalnya, gencar menawarkan unit-unit propertinya ke Jepang. Prisiden Direktur PLI Marcellus Chandra mengatakan, pihaknya sudah memiliki produk properti yang nilainya di atas Rp 5 miliar, yaitu 42 unit vila di Bali yang dijual di kisaran Rp 9-16 miliar.

Namun, untuk mengantisipasi lonjakan pembeli asing, PLI juga akan membuat produk properti berupa apartemen dengan nilai di atas Rp 5 miliar. Pembangunan unit khusus yang nilainya di atas 5 miliar ini akan dilakukan di Superblok Indigo @Bekasi dan Superblok K2 Park di Serpong.

Spirit serupa juga dirasakan pengembang lain. Salah satunya PT Sutera Agung Properti (SAP), yang kini menggenjot pembangunan dan penjualan apartemen Suamata dan Saumata Suites, di Kota Mandiri Alam Sutera. Direktur Marketing PT Sutera Agung Properti, Boy Noviyandi, mengatakan, unit-unit penthouse yang belum terserap oleh pasar lokal, akan ditawarkan ke pembeli asing.

Bersambung ke Bagian 2

Investor Daily

Pamudji Slamet/FER

Investor Daily

beritasatu.com