OJK Diminta Akur dengan BI

Big Banner
JAKARTA – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Maruarar Sirait menilai, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terlihat sangat tertekan oleh kewenangan Bank Indonesia (BI). Hal tersebut lantaran kewenangan OJK yang terkadang tumpang tindih dengan tanggung jawab BI dalam hal pengawasan.

“Apa yang menjadi draft UU BI yang ada, akan terjadi lagi tekanan terhadap OJK. Padahal kita bersusah payah untuk membuat pengawasan yang tereintegrasi untuk memberikan pengawasan,pembinaan dan lainnya ,” ujar Maruarar di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (30/6/2015).

Dia berpendapat, OJK saat ini memiliki komunikasi yang kurang baik maupun koordinasi dengan pihak BI, terutama koordinasi dalam pengawasan sektor perbankan.

“Saya yakin komunikasi dengan BI dan OJK komunikasi tidak baik. Soal dukungan, DPR sangat mendukung oJK. Karena produk UU yang melahirkan lembaga OJK dari Komisi XI ini,” jelasnya.

Oleh karena itu, dia melihat lembaga sekelas OJK harus memiliki integritas yang baik, dengan demikian dapat menghindari adanya ego sektoral antar lembaga pengawas. “Tetapi siapa yang pimpin lembaga yang ada. Bisa tidak kerjasama bisa tidak bukan hanya ego sektoral saja, “pungkasnya.

(mrt)

property.okezone.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me