Beginilah Kondisi Jalur Mudik Tol Darurat Pejagan-Brebes Timur

Big Banner

PEJAGAN, KOMPAS.com — Tim Kompas.com yang terdiri dari dua fotografer dan satu jurnalis berkesempatan menyusuri jalur mudik Lebaran 2015 melalui Tol Jakarta-Cikampek, Cikampek-Cikopo, Cikopo-Palimanan, Palimanan-Kanci, Kanci-Pejagan, dan Pejagan-Brebes Timur.

Perjalanan mudik dimulai sejak Jumat (10/7/2015) sore tepat pukul 15.00 WIB. Waktu tempuh efektif dari Jakarta-Cikopo hanya 1,5 jam dengan kecepatan rata-rata 100 kilometer per jam. Sementara itu, dari Cikopo ke Palimanan, perjalanan lebih dari 2 jam karena terjadi antrean panjang sejak kilometer 180 menuju gerbang Tol Palimanan.

Saat itu, kendaraan mengular hingga 8 kilometer yang disebabkan lambatnya petugas gardu tol melayani pengendara dengan rata-rata waktu layanan 45 detik-50 detik. Berbeda kondisinya dengan layanan di gardu Tol Cikopo yang hanya sekitar 8 detik per pengendara.

KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO Ruas Tol Pejagan-Brebes, Jawa Tengah, saat arus mudik H-6 menjelang Lebaran, Sabtu (11/7/2015). Tol Pejagan-Brebes dioperasikan untuk mengurangi kemacetan arus mudik Lebaran Idul Fitri 1436 H meski kondisi fisik jalan masih kurang baik.

Selepas dari gerbang Tol Palimanan, Kompas.com kemudian menyusuri jalur alternatif atau tol darurat Pejagan-Brebes Timur, Jawa Tengah, yang dibuka pada Sabtu (11/7/2015) pukul 09.00 WIB.

Kondisi jalan tol yang pengerjaan konstruksinya dilaksanakan PT Waskita Karya (persero) ini baru mencapai 50 persen. Sarana dan fasilitas masih sangat minim, termasuk di antaranya lampu penerang jalan, marka dan rambu lalu lintas, pembatas jalan, petunjuk arah, dan fasilitas tempat istirahat.

Selain itu, karena lokasinya berada di tengah persawahan dan permukiman, masih banyak penduduk sekitar yang melintasi jalan ini secara tiba-tiba. Ini sangat membahayakan, tidak saja bagi penduduk, tetapi juga bagi para pengendara.

KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO Kendaraan melintasi Tol Pejagan – Brebes, Jawa Tengah, saat arus mudik lebaran H-6, Sabtu (11/7/2015). Tol Pejagan-Brebes dioperasikan untuk mengurangi kemacetan arus mudik lebaran meski kondisi fisik jalan masih jelek.

“Paris-Dakar”

Menyusuri tol darurat Pejagan-Brebes Timur bagai mengikuti reli Paris-Dakar yang tersohor itu. Kerikil dan debu beterbangan mewarnai perjalanan sepanjang lintasan.

Jika ada kendaraan yang menyalip dari sebelah kanan dengan kecepatan di atas 50 kilometer, debu semakin menebal dan menghalangi pemandangan. Jarak pandang bisa hanya sekitar 100 meter dan berpotensi menimbulkan kecelakaan.

Belum lagi tim Kompas.com beranjak meninggalkan tol sepanjang 20 kilometer tersebut, terjadi kecelakaan yang melibatkan kendaraan jenis sedan dan multipurpose vehicle.

Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Tengah Kombes Polisi Benyamin mengakui terbatasnya sarana dan fasilitas jalan tol darurat Pejagan-Brebes Timur. Bahkan, Benyamin menilai tol sepanjang 20 kilometer ini belum laik fungsi.

KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO Polisi mengatur lalu lintas saat terjadi kemacetan di ruas Tol Pejagan-Brebes, Jawa Tengah, saat arus mudik H-6 menjelang Lebaran, Sabtu (11/7/2015). Tol Pejagan-Brebes dioperasikan untuk mengurangi kemacetan arus mudik Lebaran Idul Fitri 1436 H meski kondisi fisik jalan masih kurang baik.

“Untuk itu, setelah dioperasikan demi mengurai kemacetan di jalur non-tol Pejagan-Brebes, tol ini akan ditutup pada Kamis (16/7/2015) tepat pukul 18.00 WIB,” tutur Benyamin kepada Kompas.com, Sabtu (11/7/2015).

Namun demikian, jalur “alternatif” ini sangat efektif memangkas waktu tempuh 1 jam-2 jam lebih cepat ketimbang melalui jalur non-tol. Di jalur non-tol, kata Benyamin, terdapat simpul-simpul kemacetan di Kota Brebes, wilayah Bulukamba, pasar tumpah, pelintasan kereta api Pejagan, dan persimpangan jalan.

Berikut video perjalanan Tim Kompas.com menyusuri Tol Pejagan-Brebes Timur:

Kompas Video Mudik Menyusuri Tol Darurat Pejagan – Brebes
 
 
 

properti.kompas.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me