Menteri Agraria Nilai Harga Properti Kepemilikan Asing Tak Perlu Dipatok

Big Banner

Jakarta – Menteri Agraria dan Tata Ruang, Ferry Mursyidan Baldan, mengatakan peraturan menteri (permen) mengenai kepemilikan properti bagi warga asing sedang difinalisasi. Namun, menurut Ferry, tak perlu dipatok besaran nilai properti tersebut dengan alasan, setiap tahun nilai harus berubah.

“Enggak. Menurut saya enggak usah (dipatok Rp 5 miliar),” kata Ferry di kompleks Kepresidenan, Jakarta, Rabu siang (22/7).

Hal tersebut disampaikannya menyusul revisi peraturan yang dilakukan pemerintah mengenai diperbolehkannya kepemilikan properti oleh warga asing selama tinggal di Indonesia. Sebelumnya tercetus, properti yang boleh dimiliki minimal seharga Rp 5 miliar.

Ferry menambahkan, nilai tidak dipatok, namun tidak diperbolehkan memiliki properti yang mendapatkan subsidi. “Enggak usah beri batasan (harga properti). Tentu kita bilang sepanjang dia punya izin tinggal dia berhak memilih di mana saja,” katanya.

Usulan agar warga asing memiliki properti ini diajukan oleh Real Estate Indonesia (REI) yang dinilai akan bisa mendukung pasar properti di Indonesia. Warga asing, kata Ferry, bisa memiliki apartemen, namun bukan apartemen bersubsidi. Apabila bentuknya adalah rumah tapak, maka harus di kawasan ekonomi khusus dengan persyaratan tertentu, misalnya melakukan investasi.

“Kalau rumah yang dibuat pengembang, pasar umum, ya biarkan aja, enggak usah main di harga itu. Tetapi enggak boleh satu rumah pun yang ada subsidinya. Itu enggak boleh,” lanjut dia.

Ezra Sihite/NAD

beritasatu.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me