Telkom bersikeras lepas Mitratel tahun ini

Big Banner

JAKARTA. Demi mengkilapkan bisnis PT Daya Mitra Telekomunikasi atau Mitratel, emiten telekomunikasi pelat merah PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) ingin mengembangkannya dengan mitra strategis. Rencananya, TLKM akan melakukan tukar guling atau share swap saham Mitratel dengan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG).

Meskipun terbentur penolakan oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), TLKM ingin segera melancarkan aksi tersebut. Tadinya, TLKM menargetkan prosesnya selesai di kuartal pertama 2015. Namun ternyata, target rampungnya proses tersebut dipercepat menjadi tahun ini.

“Kalau tahu risiko bisnis, lebih cepat lebih baik,” ungkap Direktur Utama TLKM, Arief Yahya, Kamis (2/10).

Ia menjelaskan bahwa menara dengan rasio tenansi yang rendah biasanya terancam dirubuhkan. Arief bilang, rasio tenansi Mitratel adalah 1,2x. Sedangkan, perusahaan menara lainnya memiliki rasio hampir 2x. Semakin besar rasionya, menunjukkan, tenansi tumbuh lebih cepat ketimbang penambahan jumlah menara.

Menurutnya, kinerja Mitratel sebenarnya oke. Namun, Arief mengakui bahwa perusahaan menara yang terikat kuat dengan induknya cenderung tak laku. Ini karena operator penyewa menara merupakan pesaing TLKM.

Arief menambahkan, hal yang menjadi tolak ukur perusahan menara maju di dunia adalah perusahaan terbuka dan memiliki nilai independen. Jika tak independen, maka operator akan memilih perusahaan menara lain yang tak terikat dengan kompetitornya.

“IPO (Initial Public Offering) bukan satu-satunya jalan. Bisa dengan cara lainnya yg setara, backdoor listing. Beli shell company,” ujar Arief.

Kemudian untuk mengembangkan bisnis anak usahanya, TLKM juga berencana melepas 20% sahamnya di PT Sigma Cipta Caraka dan PT Metra TV. Arief mengatakan, telah ada beberapa investor lokal dan asing yang telah menyatakan minatnya mengambil masing-masing saham perusahaan tersebut.

Editor: Sanny Cicilia

investasi.kontan.co.id

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me