Warga Jakarta Aktif Laporkan Masalah Perkotaan

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Penerapan konsep smart city di DKI Jakarta melalui aplikasi Qlue telah memperlihatkan hasil positif. Aplikasi  Qlue adalah salah satu program smart city yang melibatkan masyarakat untuk memberikan saran maupun melaporkan ketidakberesan pengelolaan kota melalui aplikasi yang dikirimkan lewat smartphone.

Ilustrasi

Ilustrasi

Menurut Kepala Suku Dinas Perindustrian dan Energi Jakarta Timur Tuti Kurnia, rata-rata setiap minggu masuk 101 pengaduan masyarakat. Sejak aplikasi ini diluncurkan enam bulan lalu sudah masuk 2.400 pengaduan. Jenis pengaduan terbanyak soal lampu penerangan jalan umum (PJU) yang mati maupun menyala saat siang hari.

“Pengaduan dari masyarakat ini langsung kami respon sehingga dalam dua hari permasalahannya sudah teratasi. Kalau tidak segera diatasi akan muncul sinyal merah di laporan Qlue-nya. Dengan aplikasi ini masyarakat bisa berperan aktif dan lebih peduli terhadap kotanya. Tinggal selfie (swafoto) kemudian kirimkan ke kami, pasti langsung direspon,” ujarnya, Kamis (23/7).

Pengaduan masyarakat disampaikan melalui media yang cukup beragam. Selain melalui Qlue pengaduan tersebut disampaikan lewat surat pembaca, pesan instan (SMS), dan telepon. Untuk merespon pengaduan masyarakat itu Pemprov DKI bekerjasama dengan mitra kerja. Perbaikan yang dilakukan mencakup penggantian komponen lampu, jaringan, kelaikan kabel, komponen kelistrikan.

“Untuk wilayah Jakarta Timur ada sekitar 70 ribuan unit PJU. Terbanyak di wilayah Duren Sawit mencapai 10 ribu unit, Pulogadung 8.000 unit, dan wilayah lainnya rata-rata 7.000 unit PJU. Laporan masyarakat ini memudahkan kami karena tenaga kami tidak cukup untuk mengawasi seluruh PJU yang ada belum untuk fasilitas lainnya,” imbuhnya.

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me