Kempupera: Transpapua Butuh Rp 12,5 Triliun

Big Banner

Jakarta – Pemerintah saat ini tengah memberikan perhatian pembangunan infrastruktur di kawasan timur Indonesia, termasuk pembangunan jalan Transpapua sepanjang 900 kilometer yang membutuhkan dana sekitar Rp12,5 triliun.

Dibutuhkan dana sekitar Rp 12,5 triliun–Rp15 triliun untuk menyelesaikan jalan Transpapua sepanjang 900 km yang ditargetkan selesai pada tahun 2018, kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dalam rilis Komunikasi Publik Kemenpupera yang diterima di Jakarta, Jumat (24/7).

Ruas jalan Transpapua, kata Basuki Hadimuljono, mulai dari Sorong-Manokwari-Nabire-Jayapura-Merauke yang saat ini masih terputus-putus.

Lebih lanjut Menteri mengatakan bahwa anggaran untuk Papua pada tahun ini sebesar Rp4 triliun, sedangkan Papua Barat Rp6 triliun.

Menurut Basuki, tidak ada masalah dengan pembebasan lahan di Papua sehingga dengan anggaran tersebut. Dia pun optimistis Transpapua dapat diselesaikan.

Sementara itu, untuk mendukung rencana pencetakan sawah baru di Papua seluas 10.000 hektare, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat membuka “long storage” untuk menampung air.

Dari tampungan tersebut, kata dia, air dipompakan ke lahan-lahan irigasi. “Long storage” sudah dibangun di permukiman transmigrasi. Ke depan, akan dikembangkan di kawasan lain.

Terkait dengan tol, Dirjen Bina Marga Hediyanto W. Husaini mengatakan bahwa saat ini belum ada usulan pembangunan tol baru. Usulan pembangunan tol baru dinantikan karena pemerintah tidak semua pembangunan tol dikerjakan oleh Pemerintah.

“Hingga kini, belum ada usulan pembangunan tol baru. Jika ada swasta yang menjadi prakarsa membangun tol, akan diberikan diskon dan dijadikan prioritas lelang tol. Jika semua dijadikan jalan tol, tidak akan ada pemprakarsa,” kata Hediyanto.

Sebelumnya, Bupati Merauke Romanus Mbaraka meminta pemerintah provinsi untuk menyediakan transportasi lingkar Papua guna mendukung distribusi beras ke semua kabupaten dan kota di wilayah tersebut.

“Gubernur Papua berkomitmen beras Merauke dan wortel dari Wamena bisa mengisi semua kebutuhan kabupaten dan kota di Papua. Dalam hal ini pemprov diharapkan lebih memperhatikan transportasinya,” kata Bupati Merauke Romanus Mbaraka di Jayapura, Selasa (14/7).

Menurut Romanus, untuk transportasi lingkar Papua, mungkin kereta api terlalu mahal sehingga bagi jangka pendeknya dapat menyiapkan kapal Pelindo.

/FER

Antara

beritasatu.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me