PT Ciputra Surya Tbk, 1 dari 12 Pengembang Pilihan Versi MPI

Big Banner

Jakarta, mpi-update. PT Ciputra Surya Tbk, (CTRS) satu dari 12 pengembang pilihan Majalah Properti Indonesia (MPI) pada Edisi Juli 2015. CTRS adalah satu satu holding di dalam grup Ciputra. Memulai kirah dari kota buaya Surabaya tahun 1993, dengan membangun Citra- Land Surabaya seluas 1.126 hektar pengembangan skala kota terbesar di Jawa Timur.

Konsep yang diusung adalah “The Singapore of Surabaya” yang hijau dan modern, CitraRaya adalah kawasan terlengkap di Surabaya. Dari sanalah kemudian satu demi satu, proyek baru berskala kota lahir di daerah lain, di luar Jawa Timur.

Selain CitraLand Surabaya, kawasan superblok Ciputra World Surabaya merupakan salah satu proyek yang membanggakan bagi Perusahaan. Kawasan ini terdiri dari 5 fase pengembangan, dimana hingga tahun 2015, kawasan ini sudah memasuki fase keti ga tahap pengembangannya yang menghimpun sub properti apartemen, mal, hotel, dan perkantoran.

Hingga saat ini, CTRS telah memiliki 16 proyek residensial, 1 proyek kawasan superblok, dan 2 kawasan komersial yang tersebar di kota-kota seluruh Indonesia. Perseroan ti dak hanya membidik pangsa pasar kelas atas saja, namun juga hunian dengan harga terjangkau bagi kelas menengah bawah.

Dalam laporan tahunan perseroan 2014, Presiden Direktur CTRS, Harun Hajadi menjelaskan bahwa sepanjang kurun waktu 2014, perseroan menunda peluncuran proyek baru. Hal tersebut karena adanya senti men pasar yang kurang mendukung.

“Banyak pertanyaan yang disampaikan mengenai kurang agresifnya perseroan di tengah pasar yang sedang luar biasa untuk mendapatkan tanah lebih banyak dan juga menambah hutang,” ujarnya.
Jawaban atas pertanyaan tersebut adalah karena, pertama, Gross Profi t Margin (GPM) dan yang kedua adalah Return on Investment (ROI).

Perseroan terang Harun terus menerus berusaha mencapai GPM sebesar 50%. “Dan kami telah mencapai target tersebut ti ga tahun terakhir, yaitu 50,11%, 52,15% dan 50,69%,” terangnya.

ROI perseroan lanjutnya juga terus meningkat secara menakjubkan, dari 43,69% di tahun 2012, 62,6% di tahun 2013 dan 70,4% di tahun 2014. Arti nya, manajemen perseroan sudah sangat efi sien dalam menggunakan kapital untuk menghasilkan laba.

Dalam hal penambahan hutang, ia mengaku telah belajar dari pengala man mahal di tahun 1997 dan 1998. Pada saat booming, kapital menjadi mahal dan mendapatkan tanah dengan harga yang lebih terjangkau menjadi sulit, maka akan lebih bijak apabila menjauh dari hutang. Akan tetapi katanya, bukan berarti CTRS takut mengambil tambahan hutang. Jika ada kesempatan yang baik, mereka akan menambah.

Walaupun demikian, ti mpal Harun, tahun 2015 Perseroan telah menyiapkan beberapa proyek baru. Diantaranya: CitraLand Lampung, CitraLand City Losari – Makassar, dan Citra- Grand Kendari.

Di tahun 2015, perusahaan sedang mempersiapkan peluncuran 3 proyek baru. Salah satu proyek terbesar adalah CitraLand City di Losari, Makassar. Proyek reklamasi seluas 157 hektar di depan pantai Losari ini diprediksikan akan menjadi kontributor transaksi pen jualan terbesar bagi Perusahaan di tahun 2015 ini dan akan menjadi mahakarya terbaru dari Group Ciputra.

Harun Hajadi berharap CitraLand City menjadi Distrik Pusat Bisnis yang menjanjikan di masa yang akan datang. “Saya ti dak pernah berpikir kami pernah merencanakan untuk mengembangkan sebuah kota selengkap ini.” tuturnya.

Rencananya sebelum tahun 2018 proyek dengan dana sebesar Rp 3,5 triliun ini selesai. Proyek ini diharapkan Group Ciputra menjadi inspirasi bagi kota-kota besar di dunia.

mpi-update.com