Superblok Trend Pembangunan Masa Depan

Big Banner

Jakarta, mpi-update. Superblok menjadi solusi  pengembangan kota secara lebih efisien karena di lahan yang terbatas. Superblok mengusung multi fungsi di tempat yang sama , seperti fungsi permukiman, bisnis dan perdagangan, pendidikan, jasa, rekreasi, dan lain-lain.

Majalah Properti Indonesia (MPI) edisi Juli memaparkan tren pengembangan properti masa depan. Disebutkan pengembangan dengan konsep superblok  menjadi trend masa depan  disebabkan  semakin langkanya dan mahalnya lahan, terutama di perkotaan, membuat manusia melakukan inovasi agar kehidupan tetap berjalan baik, bahkan menjadi lebih baik. Salah satu inovasi yang dilakukan manusia adalah pengembangan properti dalam bentuk superblok.

Superblok adalah suatu kawasan di konteks urban yang dirancang secara terpadu dan terintegrasi (integrated development), berdensitas cukup tinggi dalam konsep tata guna lahan yang bersifat campuran (mixed-use). Para ahli tata ruang menyebut konsep ini merupakan salah satu solusi pengembangan kota secara lebih efisien, baik energi maupun penggunaan lahan. Di lahan yang terbilang cukup terbatas tersebut, dibuat beberapa fungsi, seperti fungsi permukiman, bisnis dan perdagangan, pendidikan, jasa, rekreasi, dan lain-lain.

”Tinggal di sebuah superblok, para penghuni  dapat memenuhi kebutuhan hidupnya mobilisasi ke tempat yang jauh dapat dikurangi secara signifikan. Hal ini membuat kualitas hidup lebih baik, efisien, dan tentu saja hemat waktu, uang, dan energi,” ujar Ali Tranghanda, pengamat properti dari Indonesia Property Watch (IPW) Superblok mulai populer pada awal dan pertengahan abad ke-20.

Konsep ini muncul dari ide-ide modernis dalam arsitektur dan perencanaan kota. Perencanaan arsitektur di era tersebut didasarkan pada perbandingan jarak dan waktu tempuh menggunakan mobil, berjalan kaki, dan sepeda. Gagasan awal superblok dikemukakan oleh seorang arsitek dan urbanis asal Perancis, Le Corbusier pada 1924. Konsep tersebut dituangkan dalam sebuah proyek Ville Radieuse atau Radiant City.

Di Indonesia, konsep superblok mulai dikembangkan pada medio 1990-an. Salah satu pelopornya adalah Sinarmas Land (d/h PT. Duta Pertiwi) dengan brand ITC-nya, yang menggabungkan ruko/rukan, pusat perbelanjaan dengan apartemen di atasnya.

Dalam perkembangan pengem bangan mixed-use dan superblok tidak hanya di Jakarta, melainkan melebar ke daerah-daerah penyangga Jakarta seperti Bogor, Bekasi, dan Tangerang, dan kota-kota besar lainnya di Indonesia. (YS)

mpi-update.com