Kemarau Panjang Landa 12 Propinsi

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Memasuki musim kemarau sejak bulan Mei 2015, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) mencatat sejumlah wilayah tanpa hujan sudah lebih dari 60 hari. Wilayah tersebut antara lain Jawa, Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, Lampung, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ilustrasi

Ilustrasi

Lebih jauh lagi, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kekeringan akibat musim kemarau kali ini telah melanda 12 provinsi, 77 kabupaten dan kota, serta 526 kecamatan. Hingga Juli 2015, sekitar 111.000 ha sawah mengalami kekeringan dan sebanyak 222.847 ha sawah irigasi berpotensi kekeringan dan berpotensi gagal panen lebih dari 1 juta ton.

Untuk mengatasi ini, Menpupera Basuki Hadimuljono menyatakan akan melakukan pemantauan secara intensif terhadap ketersediaan air di waduk. “Antisipasi lainnya kami juga memberikan penyuluhan kepada petani bagaimana memanfaatkan air secara efisien dan efektif melalui Gerakan Hemat Air dan meningkatkan kesadaran terhadap pelestarian lingkungan hidup,” ujarnya di Jakarta, Senin (3/8).

Untuk langkah jangka pendek, Basuki juga menyebut penanggulangan kekeringan dengan menyediakan pompa air, suplai air bersih melalui mobil tanki dan hidran umum di daerah krisis air, juga membuat sumur-sumur dalam yang dilengkapi dengan pompa. Untuk rencana jangka menengah, kemenpupera akan mempercepat pembangunan 13 bendungan yang tersebar di 10 provinsi selama tahun 2015 ini.

Saat ini dari 147 waduk yang diamati, terdapat beberapa waduk utama dengan kondisi normal yaitu di Jatiluhur, Cirata, Sermo, dan Sutami. Kemudian yang kondisi deficit di Keuliling, Batu Tegi, Seguling, Wonogiri, dan Benng sementara yang kondisi kering di Wadas Lintang dan Sempor.

housing-estate.com