Proyek Properti Vida Bekasi Ditargetkan Rampung 15 Tahun

Big Banner

Bisnis.com, JAKARTA – Perusahaan pengembang properti Gunas Land menargetkan pengembangan kawasan hunian terpadu Vida Bekasi di Jalan Raya Narogong, Bekasi, Jawa Barat, dapat rampung dalam 10-15 tahun ke depan.

Vida Bekasi merupakan proyek skala kota dengan luas area mencapai 130 hektare. Sejak diluncurkan pada 2012, lahan yang sudah dikembangkan berkisar 50 hektare.

Direktur Vida Bekasi Edward Kusma menuturkan perusahaan pada tahun ini berencana membangun sejumlah infrastruktur seperti lifestyle center seluas 2,5 hektare, sekolah Bina Nusantara, area olahraga, taman masjid seluas 2.500 m2, pasar modern, rumah toko (ruko), dan eduwisata pertanian seluas 2 hektare.

Pemancangan tiang perdana sekolah Bina Nusantara dilakukan pada 20 Agustus 2015. Sarana pendidikan ini ditargetkan beroperasi pada tahun ajaran baru 2016.

Selain infrastruktur, perusahaan juga mengembangkan empat klaster rumah tapak yang bertajuk Premier Savanna, Taman Apel, Taman Durian, dan Taman Frambosa. Adapun jumlah penghuni kini mencapai 9.000 orang.

Harga hunian yang dipasarkan berkisar Rp300 juta per unit sampai dengan Rp1,3 miliar per unit. delapan tipe ukuran rumah yang tersedia, mulai dari luas bangunan 37 m2 dengan luas tanah 72 m2 hingga luas bangunan 105 m2 dengan luas tanah 120 m2.

“Sementara kami sudah mengerjakan lahan sekitar 50 hektare. Ke depannya, pengembangan keseluruhan bisa memakan waktu 10-15 tahun,” tuturnya setelah acara pengenalan Vida Bekasi di Jakarta, Kamis  (6/8/2015).

Khusus klaster Premier Savanna dengan luas 40 hektare merupakan joint operation Gunas Land dengan PT Premier Qualitas Indonesia. Harga rumah dibanderol mulai dari Rp600 juta sampai dengan Rp1,3 miliar per unit. Sejak dipasarkan pada  Oktober 2013, perusahaan sudah mengembangkan lahannya sekitar 60%.

Untuk ruko bertajuk Saraswati Sembilan, perusahaan baru menyediakan sejumlah 12 unit. Harga jual dibanderol mulai dari Rp1,5 miliar.

Menurut Edward, pihaknya akan mengembangkan kawasan dengan memerhatikan konsep alam. Komposisi bangunan dan infrastruktur dengan ruang terbuka hijau (RTH) berbanding 50:50.

Secara investasi, harga lahan kawasan naik secara signifikan. Saat akuisisi tanah pada 2012, nilai jual per meter persegi berkisar Rp2 juta sampai dengan Rp3 juta. Tiga tahun berselang, harga melambung mencapai Rp6 juta hingga Rp10 juta per meter persegi.

Jalan Raya Narogong, sambungnya, menyimpan potensi untuk berkembang menjadi kawasan hunian seperti yang terjadi di Serpong, Tangerang pada 12 tahun yang lalu. Pasalnya, area Narogong sudah dipadati aneka industri dengan sistem drainase dan jalan yang tidak beraturan.

properti.bisnis.com