4 Alasan Pegawai Bergaji Rp5 Jutaan Harus Ambil KPR

sas.setup({ domain: 'http://adnetwork.adasiaholdings.com', async: true, renderMode: 0}); sas.call("std", { siteId: 134986, // pageId: 749845, // Page : ID_Okezone/okezone_outstream formatId: 44269, // ...

  • propertidata
  • 2017.04.16
  • 1452

    view

  • 4 Alasan Pegawai Bergaji Rp5 Jutaan Harus Ambil KPR

    sas.setup({ domain: 'http://adnetwork.adasiaholdings.com', async: true, renderMode: 0});

    sas.call("std", { siteId: 134986, // pageId: 749845, // Page : ID_Okezone/okezone_outstream formatId: 44269, // Format : Video-Read 1x1 target: '' // Targeting });

    <a href="http://adnetwork.adasiaholdings.com/ac?jump=1&nwid=2060&siteid=134986&pgname=okezone_outstream&fmtid=44269&visit=m&tmstp=[timestamp]&out=nonrich" target="_blank"> <img src="http://adnetwork.adasiaholdings.com/ac?out=nonrich&nwid=2060&siteid=134986&pgname=okezone_outstream&fmtid=44269&visit=m&tmstp=[timestamp]" border="0" alt="" /></a> RUMAH adalah kebutuhan penting bagi setiap orang. Apalagi bagi mereka yang telah mandiri secara finansial atau memiliki keluarga baru. Memiliki rumah pribadi tentu lebih diidamkan daripada rumah sewa atau kontrakan.

    Bagi Anda yang kini telah bekerja dengan gaji Rp 5 jutaan, membeli rumah dengan KPR atau Kredit Pemilikan Rumah bisa jadi pilihan yang tepat. Berikut ini adalah alasan-alasan kenapa bila Anda sudah punya gaji 5 juta harus segera ambil KPR:

    BERITA REKOMENDASI

    Apakah Keuangan Anda Sehat? Yuk, Lakukan IniPlus Minus Ambil Asuransi InvestasiManfaatkan Gadget Untuk Penghasilan Tambahan

    1. Penurunan Uang Muka Rumah

    Jangan lagi ragu untuk membeli rumah karena uang muka tinggi. Karena saat ini Bank Indonesia (BI) mengeluarkan aturan baru berupa penurunan nilai rasio Loan to Value (LTV) atau uang muka rumah.

    Dalam aturan yang tertuang dalam PBI Nomor 18/16/PBI/2016 tentang Rasio Loan to Value untuk kredit properti, uang muka untuk rumah pertama turun dari semula 20 persen menjadi hanya 15 persen. Sementara uang muka KPR rumah kedua jadi 20 persen dan uang muka KPR rumah ketiga menjadi 25 persen. Peraturan ini resmi berlaku sejak 29 Agustus 2016.

    Jadi, misalkan Anda ingin membeli rumah seharga Rp200 juta. Anda hanya perlu membayar uang muka sebesar Rp30 juta, bukan Rp40 juta. Tentunya lebih terjangkau, dengan selisih Rp10 juta Anda bisa menggunakannya untuk cicilan selanjutnya.

    2. Cicilan Lebih Terjangkau

    Dengan gaji per bulan Rp5 juta ditambah penghasilan di luar gaji sebesar Rp1 juta, maka Anda masih memenuhi rasio kredit sehat jadi dinilai mampu membeli rumah. Rasio kredit sehat merupakan jumlah cicilan tidak melebihi 30 persen dari penghasilan.

    Jika dalam sebulan penghasilan Anda Rp6 juta, maka sebesar Rp1.1825.726, sebagai cicilan rumah. Jumlah tersebut diperoleh dari suatu mesin estimasi KPR. Berikut ini rincian perhitungannya:

    Harga rumah: Rp200.000.000

    Pendapatan: Rp5.000.000 ditambah penghasilan tambahan Rp1.000.000

    Tenor/jangka waktu: 15 tahun

    Bunga: 7,25 %

    Suku bunga tetap: 1 tahun

    3. Refinancing KPR

    Tentu berbeda nilai Rp200 juta hari ini dengan 10 tahun kemudian. Karena harga rumah yang tiap tahun kian meningkat, Anda bisa mengajukan refinancing KPR pada bank. KPR Refinance yaitu sistem penilaian ulang rumah yang telah dibeli dengan menggunakan Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

    Biasanya hal tersebut bisa dilakukan oleh bank di mana Anda mengajukan KPR atau bisa juga melalui bank lain. Jadi refinancing ini sebenarnya adalah pengajuan kembali kredit kepada pihak kreditor dengan jaminan rumah yang tengah dicicil.

    Contohnya, sisa dana yang perlu dilunasi adalah Rp100 juta, sedangkan nilai baru rumah Anda saat ini adalah Rp250 juta. Maka dana tunai yang bisa didapatkan adalah Rp150 juta. Jumlah yang cukup besar untuk berwirausaha atau membuka sumber penghasilan lain.

    4. Pilih KPR Syari’ah

    Bunga KPR memang memberatkan peminjamnya, terlebih jika suku bunga tetap berakhir. Karena itu, Anda bisa mengajukan KPR Syari’ah. Pada KPR konvensional bunga yang diterapkan bersifat fluktuatif atau menyesuaikan kondisi suku bunga yang berlaku. Bunga dan cicilan tetap yang diterapkan KPR Konvensional biasanya hanya berlaku 13 tahun pertama.

    Sedangkan jika menggunakan KPR Syari’ah, Anda bisa mendapatkan beberapa keuntungan. Di antaranya harga jual rumah ditetapkan di awal ketika menandatangani perjanjian pembelian rumah sehingga jumlah angsuran bulanan tetap. Jumlah cicilan pada KPR Syari’ah ditetapkan sesuai kesepakatan di awal hingga masa pembiayaan selesai. Selain itu, KPR Syari’ah tidak menerapkan sistem penalti. Lain halnya dengan KPR konvensional yang menerapkan sistem penalti ketika ingin melunasi cicilan sebelum kontrak berakhir.

    Pilih Strategi Tepat dalam Manajemen Keuangan Agar Sukses Ambil KPR



    Carilah KPR terbaik yang tidak memberatkan kehidupan Anda. Pilih dan gunakanlah strategi yang tepat dalam mengatur keuangan agar KPR yang telah diambil dapat dilunasi dengan baik. Masa angsuran KPR terbilang lama dan kita tidak tahu apa yang akan terjadi selama itu karenanya keuangan yang kita miliki harus diatur sedemikian rupa agar gaji sebesar Rp5 jutaan tersebut cukup untuk membiayai KPR hingga selesai.

    property.okezone.com

    Kalau kamu suka artikel ini, ayo klik Suka!

    Menyajikan berita infotainment setiap hari

    Beritahu artikel ini pada teman
    • Tweet
    • Share

    Artikel pada kategori yang sama

    Artikel terkait

    Kata Kunci Terkait

    Cari artikel rangkuman dari kata kunci