Pengembang Asing Semakin Agresif Kembangkan Proyek di Indonesia

Ilustrasi (Rumah123/iStockphoto)Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah perusahaan pengembang luar negeri sudah mulai membangun dan mengembangkan proyek di Indonesia.Developer asing ini melakukan kerja ...

  • propertidata
  • 2017.04.17
  • 969

    view

  • Pengembang Asing Semakin Agresif Kembangkan Proyek di Indonesia

    Ilustrasi (Rumah123/iStockphoto)

    Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah perusahaan pengembang luar negeri sudah mulai membangun dan mengembangkan proyek di Indonesia.

    Developer asing ini melakukan kerja sama operasi atau melakukan patungan modal (joint venture) dengan perusahaan pengembang lokal.

    Baca juga: Crown Group Selesaikan Tiga Proyek Properti dalam Tiga Bulan

    Kebanyakan pengembang asing ini datang dari Asia terutama Tiongkok. Para pengembang asing itu adalah Mitsui Fudosan asal Jepang dengan proyek Citra Lake Suites.

    Mitsui Fudosan bekerja sama dengan PT Ciputra Residence membangun apartemen seharga Rp 1,3 miliar hingga Rp 2,3 miliar per unit.

    Baca juga: Penyerapan Ritel Belum Bertambah, Jakarta Tambah Dua Mal Baru

    Kemudian ada Tokyu Land yang juga berasal dari Jepang dengan proyek Branz Simatupang yang dipasarkan seharga Rp 3 miliar hingga Rp 9 miliar per unit.

    Keppel Land asal Singapura menjalin kemitraan dengan West Vista. Keduanya meluncurkan apartemen dengan harga terentang Rp 800 juta hingga Rp 1,7 miliar per unit.

    Baca juga: Semakin Banyak Pengembang Asing Membangun Proyek Properti di Indonesia

    BUMN (Badan Usaha Milik Negara) asal Tiongkok, China Construction Communication Group (CCCG) mengembangkan proyek Daan Mogot City. CCCG memasarkan apartemennya dengan harga sekitar Rp 400 juta hingga Rp 800 juta per unit.

    Kingland Group dan Moizland asal Tiongkok tidak mau ketinggalan dengan membangun masing-masing apartemen Kingland Avenue dan The Palm Regency Mall and Condominium. Apartemen ini ditawarkan dengan tawaran harga Rp 400 juta hingga Rp 2 miliar.

    Baca juga: Crown Group Merambah Bisnis Perhotelan di Australia

    Wuzhou Investment Group dari Tiongkok juga memiliki proyek Jakarta Living Star seharga Rp 250 juta hingga Rp 550 juta per unit.

    Terakhir, perusahaan pengembang asal Hongkong, Phoenix Property yang memiliki proyek di Indonesia. Phoenix Property membangun proyek Tomang Park seharga Rp 600 juta-Rp 2 miliar per unit.

    Baca juga: Investasi Kondotel di Kawasan Pariwisata Ternyata Masih Menjanjikan!

    "Mereka mulai fokus pada pengembangan apartemen di pasar Jakarta sejak beberapa tahun lalu, dan makin agresif dalam tiga tahun terakhir," ujar Senior Associate Director Residential Colliers International Indonesia, Aliviery Akbar seperti dikutip oleh Kompas.com.

    rumah123.com

    Kalau kamu suka artikel ini, ayo klik Suka!

    Menyajikan berita infotainment setiap hari

    Beritahu artikel ini pada teman
    • Tweet
    • Share

    Artikel pada kategori yang sama

    Artikel terkait

    Kata Kunci Terkait

    Cari artikel rangkuman dari kata kunci