Untung Rugi Membeli Properti Periode Early Bird (1)

Majalah Properti Indonesia (MPI) edisi April 2017 menurunkan tulisan berjudul berburu untung Membeli properti early bird. Disebutkan Periode early bird adalah momentum emas dalam berinvestasi properti ...

  • propertidata
  • 2017.04.17
  • 2324

    view

  • Untung Rugi  Membeli Properti Periode Early Bird (1)

    Majalah Properti Indonesia (MPI) edisi April 2017 menurunkan tulisan berjudul berburu untung Membeli properti early bird. Disebutkan Periode early bird adalah momentum emas dalam berinvestasi properti.

    Selain mendapatkan harga yang lebih murah, si pembeli nantinya juga akan mendapat keuntungan yang cukup tinggi saat unit properti telah habis terjual (sold out). Meski begitu, bukan berarti early bird buying tanpa resiko. Proyek gagal bangun, delay, hingga kualitas rendah adalah beberapa faktor yang membuat early bird justru dapat fly sewaktu-waktu.

    Banyak cara bagi investor untuk melipatgandakan uangnya di sektor properti. Salah satunya dengan membeli properti lebih awal dengan harga perdana (early bird), atau membeli properti pada saat developer baru meluncurkan (launching) proyeknya yang masih berupa gambar.

    Pasalnya, harga properti early bird adalah harga paling ekonomis karena sama dengan HPP (Harga Pokok Penjualan) dari developer. Dasar hitungannya hanya memasukkan komponen biaya pembangun an, gaji pegawai, dan bia ya lainnya tanpa memasukkan profit.

    Properti dengan harga early bird biasanya ditawarkan hanya 10% dari jumlah unit total yang mereka pasarkan, kemudian harga bertahap naik 5% dari harga early bird setiap kelipatan 10% jumlah unit. Inilah mengapa periode early bird kerap disebut sebagai momentum emas untuk berinvestasi karena ketika membeli maka si pembeli akan langsung mendapat keuntungan yang cukup tinggi saat unit telah terjual habis (sold out).

    Untuk mengetahui informasi masa early bird ini, investor bisa bertanya kepada developer atau agen properti yang memasarkan.

    “Developer sudah tahu harganya akan menjadi berapa dalam dua tahun lagi, karena mereka umumnya sudah membuat proyeksi penjualan dari Price (P1 sampai dengan P7) dengan simulasi kenaikan X % per periode/per jumlah unit terjual. Jadi, inilah salah satu alasan mengapa developer tidak ingin semua unitnya terjual pada saat paling awal, kecuali ada begitu banyak tahap atau tower yang sedang direncanakan,”ujar F Rach Suherman, pembicara Dan praktisi properti.

    Menurut Suherman, kenaikan harga early bird berada pada kisaran 40% – 90% dari harga perdana (2-3 tahun lalu). “Artinya, nilai aset Anda jika sebelumnya Rp400 juta, maka pada akhir tahun ke tiga (dengan compound 25%), sudah meningkat sekitar Rp781 juta. Belum lagi jika siap disewakan pada tahun kedua, maka Anda akan memiliki tambahan keuntungan,” kata Suherman.

    Maka tidak mengherankan, meski kondisi perekonomian secara makro masih melambat dan pasar wait and see, namun sejumlah pengembang tetap meraih sukses saat meluncurkan proyek-proyek mereka.

    Salah satunya karena banyak pembeli yang ingin meraih keuntungan dan membeli harga early bird. PT Hutama Anugrah Propertindo, misal nya. Perusahaan hasil kerjasama PT Harapan Inti Persada Indah (HIPI) dan Karya Cipta Group, ini sukses memasarkan Tower Cattleya, Apartemen Serpong Garden yang dikembangkan di kawasan Cisauk – Serpong. Hanya dalam waktu 2 bulan, sebanyak 1500-an unit apartemen ludes terjual. Serpong Garden Apartment dikembangkan di atas lahan seluas 2,7 hektar, terdiri dari 4 tower (Tower Allamanda, Tower Bellerosa, Tower Cattleya, dan Tower Dahlia), dengan luas total bangunan mencapai 171.000 m2 dan merangkum ± 5000-an unit. Rencananya apartemen yang menelan investasi sebesar Rp1,2 triliun ini akan dimulai pembangunannya (ground breaking) pada kuartal II 2017 dan akan mulai diserahterimakan secara bertahap pada kuartal pertama tahun 2020.

    “Masyarakat yang membeli di saat awal akan lebih banyak mendapat keuntungan dari capital gain Serpong Garden Apartment. Kami perkirakan sejak dipasarkan hingga serah terima unit harga Serpong Garden Apartment akan meningkat antara 75% hingga 100%,” ujar Subianto Satmaka, Direktur Utama Karya Cipta Group. (Dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui: https://www.getscoop.com/id/majalah/properti-indonesia lebih praktis dan lebih ekonomis.)

    mpi-update.com

    Kalau kamu suka artikel ini, ayo klik Suka!

    Menyajikan berita infotainment setiap hari

    Beritahu artikel ini pada teman
    • Tweet
    • Share

    Artikel pada kategori yang sama

    Artikel terkait

    Kata Kunci Terkait

    Cari artikel rangkuman dari kata kunci