Oktober, Ground Breaking Wismaya Residence

Big Banner

Jakarta – Langgeng Makmur Perkasa (LMP) Group berencana memancangkan tiang pertama (groundbreaking) Wismaya Residence pada Oktober 2015. Proyek hunian vertikal dengan nilai investasi sekitar Rp 400 miliar itu ditargetkan rampung dalam tiga tahun.

“Sebenarnya investasi masih dikalkulasi, tetapi kami perkirakan bisa mencapai Rp 400 miliar. Tapi, investasi itu di luar tanah yang sudah kami miliki sebelumnya,” jelas Corporate Secretary & Branding Custodian Langgeng Makmur Perkasa (LMP) Group Iwan Nur Iswan, di Jakarta.

Nur Iswan mengatakan, untuk membangun proyek apartemen setinggi 30 lantai tersebut pihaknya mengandalkan pendanaan internal dan pinjaman perbankan.

Dia mengaku, pihaknya melihat peluang bisnis properti di kawasan Bekasi, Jawa Barat masih sangat prospektif. Apalagi, katanya, Bekasi sebagai penyangga Jakarta dikelilingi oleh kawasan industri besar. “Rencananya kami mulai membangun (groundbreaking) pada Oktober 2015 dan selesai sekitar 2,5 hingga 3 tahun,” tambahnya.

Wismaya Residence Bekasi dibangun di atas lahan seluas 10.904 meter persegi (m2). Kelak akan berdiri dua menara apartemen dengan total 2.000 unit hunian.

Hunian ini akan memiliki delapan tipe, mulai dari tipe studio sampai dengan tipe tiga tempat tidur.
Sedangkan harga yang dibanderol mulai Rp 325 juta sampai dengan Rp 700 jutaan untuk tipe tiga tempat tidur. “Harga apartemen di Wismaya ini saya kira masih terjangkau untuk kawasan sekitar Bekasi,” kata dia.

Selain unit apartemen, kata Nur Iswan, perusahaan juga aka membangun fasilitas pendukungnya seperti shopping arcade, zen garden, jogging track, foot reflexology garden, dan swimming pool.

Nur Iswan mengatakan, pihaknya optimistis Wismaya Residence akan diserap pasar. Apalagi kebutuhan akan hunian di kawasan Jabodetabek juga masih tinggi terutama di kawasan Bekasi sebagai kota industri.

“Kita lihat bahwa backlog hunian sampai sekarang masih 15 jutaan unit dan ini saya kira peluang kami untuk menghadirkan proyek baru dan diidamkan oleh konsumen,” kata dia.

Dia menambahkan, kawasan Bekasi sebagai kota satelit Jakarta dan memiliki pertumbuhan ekonomi yang sangat cepat, membuat Bekasi masih menjadi idola untuk bisnis properti, terutama hunian vertikal seperti apartemen. Hal itu terbukti dengan pesatnya pembangunan segala jenis properti, mulai dari perumahan, pusat perbelanjaan, apartemen, hingga perkantoraan.
“Sasaran kami adalah kelas menengah terutama pasangan muda yang saat ini sedang tumbuh, tentunya adalah end user maupun juga investor yang mau menanamkan investasinya di apartemen ini,” katanya.

Menurut dia, infrastruktur Bekasi juga terus dibenahi. Apalagi, tambahnya, di kawasan ini berdiri banyak kawasan industri dengan lebih dari 1.500 industri yang beroperasi. Infrastruktur transportasi terus dibangun, mulai akses jalan, tol, hingga kereta double track. Kawasan ini juga ditopang oleh sarana pendidikan dan rumah sakit yang memadai.

“Sekarang sedang dibangun transportasi Massal/Light Rapid Transit (LRT) dan juga tol Becakayu akan menambah menariknya kawasan Bekasi bagi kaum urban,” kata Nur Iswan.

 

Imam Mudzakir/FER

Investor Daily

beritasatu.com