Atasi Banjir dan Kekeringan, Jakarta Terapkan Zero Run Off

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Pengelolaan air di Jakarta dinilai masih buruk. Ketika musim hujan menyebabkan banjir dan di saat kemarau kekurangan air. Penyebabnya antara lain air tersebut langsung dibuang ke laut melalui saluran-saluran yang ada, bukan diresapkan ke dalam tanah. Air yang diresapkan ke dalam tanah bisa menjadi cadangan ketika musim kemarau seperti saat ini.

Ilustrasi

Ilustrasi

Untuk itu Dinas Tata Air DKI Jakarta akan mengubah pola penanganan air dengan konsep konservasi. Konsepnya zero run off, air hujan sebanyak mungkin diresapkan ke dalam tanah sehingga yang terbuang ke sungai terus mengalir ke laut menjadi sedikit. Cara yang akan dilakukan dengan membuat sumur-sumur resapan. Sumur ini juga dapat digunakan untuk cadangan sebagai air baku.

“Konsep konservasi ini sudah diterapkan di Taman Monas yang memiliki luas 80 ha dengan potensi simpanan air hujan mencapai 1,6 juta kubik per tahun. Tabungan air ini bisa dimanfaatkan oleh wilayah yang kekurangan air,” ujar Tri Djoko Sri Margianto, Kepala Dinas Tata Air DKI, di  Jakarta, Jumat (7/8).

Selain Taman Monas, konsep zero run off  juga akan diterapkan di sekolah-sekolah di wilayah Jakarta Selatan. Untuk itu di sekolah-sekolah tersebut akan dibuatkan sumur resapan. Dengan sistem ini, menurut Tri, dua masalah besar yang kerap melanda Jakarta yaitu banjir dan kekeringan bisa diselesaikan sekaligus. “Untuk area yang banyak perkerasan akan dibuat sumur biopori yang salah satunya sebagai saluran air masuk ke dalam tanah,” imbuhnya.

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me