Tak Mau Rugi, WNI Pilih Beli Properti di Australia

Big Banner

Sebuah agen properti asal Australia, Xynergy Realty memaparkan bahwa Indonesia menjadi negara ketiga terbesar sebagai pembeli properti Australia untuk kawasan ASEAN. Sementara itu peringkat pertama dan kedua dipegang oleh Singapura dan Malaysia.  

“Untuk yang pertama adalah Singapura dan disusul oleh Malaysia,” ujar Yosie Alansa, Managing Director Xynergy Realty Indonesia.  

Menurut Yosie, banyak faktor yang membuat mengapa banyak masyarakat Indonesia tertarik membeli properti di Australia,. Salah satunya karena negara Australia dianggap menjadi tempat migrasi yang menjanjikan. Selain itu negara ini juga memiliki banyak universitas terkemuka yang bisa dijadikan tempat menuntut ilmu warga negara Indonesia.    

“Banyak orang Indonesia yang memutuskan untuk membeli rumah di Australia karena anaknya sekolah di Australia. Mereka berfikir daripada menyewa apartemen lebih baik beli langsung, karena lebih menguntungkan,” ujar Yosie kepada Rumahku.com 

Selain itu, sistem pembayaran yang mudah juga menjadi alasan mengapa orang Indonesia mau membeli rumah di sana. Yosie mencontohkan, jika ada seseorang membeli properti di Australia mereka hanya cukup membayar 10 persen uang muka. Selanjutnya mereka diharuskan membayar uang cicilan properti setelah 3 tahun kemudian atau setelah masa pembangunan properti selesai. Artinya pembeli masih punya banyak waktu untuk menabung membayar properti yang dibelinya.       

Tidak hanya itu, jika ada warga negara asing yang tidak memiliki uang tunai, mereka juga bisa mengajukan KPR (Kredit Pemilikan Rumah) kepada bank di Australia dengan masa tenor pembayaran maksimal 30 tahun.   

“Dan yang lebih menariknya lagi ternyata orang Indonesia bisa memiliki properti di Indonesia dengan status hak milik, tidak seperti di Indonesia dimana warga asing hanya bisa membeli properti dengan status sertifikat hak guna pakai,” kata Yosie. 

Banyaknya warga negara Indonesia yang membeli properti di Australia juga diamini oleh Michael Ginarto Head of Crown Asia. Pengembang asal Australia tersebut mengatakan bahwa minat orang Indonesia untuk berinvestasi di Australia sangat tinggi. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya pembeli asal Indonesia yang membeli produk-produknya.   

“Investor asal Indonesia yang membeli produk Crown cukup banyak, saat ini menempati urutan kedua pembeli terbesar setelah China,” kata Michael.   

rumahku.com