Pulau Ngenang: Proyek Pulau Wisata Batam

Big Banner

Batam adalah primadona kawasan industri di Indonesia. Terletak di Kabupaten Kepulauan Riau yang sangat dekat dengan negara tetangga Singapura, Malaysia, Vietnam dan Kamboja. Sudah lama daerah ini menjadi jalur pelayaran internasional. Didukung dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi serta pengajuan ditetapkannya beberapa tempat di Batam menjadi kawasan perdagangan bebas (Free trade Zone), membuat Batam selalu dilirik investor dalam dan luar negeri dengan sejuta proyek yang sangat menjanjikan.

Pulau Ngenang yang terletak diantara Batam dan Bintan, kaya akan potensi wisatanya. Pulau yang memiliki lahan seluas sekitra 2.000 hektar ini memiliki pemandangan laut indah serta budaya masyarakatnya yang ramah. Pulau ini sudah lama menjadi incaran wisatawan lokal. Potensi wisata didalamnya dapat dikembangkan dengan membangun tempat wisata seperti resort di tepi pantai serta berbagai tempat penunjang wisata lainnya. Disamping itu, Pulau Ngenang sangat ideal dijadikan tempat perumahan untuk penunjang industri.

pulau ngenang

Gambar 1 : Salah Satu Pantai di Pulau Ngenang

 

Hamparan pasir putih yang lembut berpadu dengan birunya laut dan langit yang indah. Desiran ombak mendera pantai, selalu memberikan inspirasi dan semangat baru bagi semua indra yang mengecapnya. Demikianlah gambaran pulau Ngenang di tengah kawasan industri. Memilih pulau Ngenang sebagai kawasan wisata di tengah kawasan Industri Batam, merupakan pilihan tepat mengingat industri di Batam yang semakin maju, disertai pembangunan struktur dan infrastruktur guna memudahkan para investor datang berinvestasi.

Usaha Pemerintah Daerah Memajukan Pulau Ngenang.

Badan Pengusahaan Kawasan Pelabuhan dan Perdagangan Bebas (BP) Batam bersama dengan Pemerintah Kota Batam berupaya mengembangkan beberapa pulau disekitar Batam, diantaranya Pulau Ngenang yang memiliki masa depan cerah.

Selain keindahan alamnya, Pulau Ngenang diusulkan untuk dijadikan kawasan FTZ yang sudah tentu dapat menarik para investor dan daerah ini masuk dalam kompetisi dengan negara tertangga. Rencana pengembangan Pulau Ngenang dapat dilakukan dengan dua opsi yaitu dengan menghubungkan Tanjung Sauh dengan jembatan atau reklamasi pantai.

batam

Gambar 2 : Desain Jembatan Batam – Bintan

a. Pembangunan Jembatan

Pembangunan jembatan yang menghubungkan Batam dan pulau Bintan akan dilaksanakan di tahun 2016. Menurut Wakil Menteri PPN/ Kepala Bappenas, Lukita Dinarsyah Tuwo, jembatan Batam-Bintan diharapkan technical assistance 2013-2014 selesai. Pendanaannya bisa terbuka dengan partisipasi public, negara murni atau kombinasi sebagian swasta. Sama dengan pembangunan jembatan Babin dimana rencanan pembangunan pelabuhan Tanjungsauh sudah memasuki tahap technical assistance dan blue block. Negara Korea sangat berminat mendanani pembangunan jembatan Batam-Bintan (Babin) sepanjang 6,7 km yang akan menghubungkan dua kawasan perdagangan bebas.

Badan Pengusahaan Kawasan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam (BP Batam) terus berupaya menjadikan pulau Ngenang agar berstatus FTZ pada tahun ini, agar mendukung pembangunan kawasan pelabuhan transshipment Tanjung Sauh.

Wakil ketua komisi III DPRD Batam Irwansyah mengungkapkan dipastikan pembangunan Pulau Ngenang akan dilakukan dengan pembangunan pelabuhan Transhipment senilai Rp 7 trilyun di Tanjung Sauh. Seluruh proyek pelabuhan itu sendiri digagas oleh PT Pelindo II dan BP Batam sejak tahun 2012 dan diperkirakan akan mulai tahun ini.

Demikian pula dengan pengusulan status FTZ Tanjung Sauh dan Ngenang sendiri turut melibatkan pihak Pemerintah Kota Batam dan DPRD Batam.

map pulau batam

Gambar 3 : Peta Pulau Batam

 

b. Reklamasi Pantai

Opsi lainnya adalah dengan menyatukan Pulau Ngenang dengan Tanjung Sauh melalui reklamasi. Rencananya, pasir dalam laut disedot dan disemprot untuk ditimbun untuk dijadikan daratan. Cara ini mengadopsi Singapura yang mereklamasi lautnya dengan pasir laut Indonesia. Laut Indonesia yang dangkal semakin dalam dan cocok untuk itu. Pelabuhan Van Oord juga menyedot pasir laut hingga kedalaman 70 meter.

Direncanakan pembangunan Tanjung Sauh akan dimulai tahun 2013 yang akan mengadopsi pelabuhan Rotterdam Van Oord. Selain pelabuhan itu akan dibangun kawasan industri.

Sementara untuk pembangunan pelabuhan akan dilakukan reklamasi pasir dari air laut dimana pembangunan akan dilakukan PT. Pelindo II yaitu BUMN yang mengelola pelabuhan baru di Tanjung Priuk. Sementara regulasi akan diajukan perubahan dalam mendukung kawasan ini.

Pelabuhan Tanjung Sauh merupakan bagian dari pelabuhan nusantara, dimasa depan akan menjadi jalur angkutan logistic dari rute Sorong- Makassar-Surabaya-Jakarta-Batam-Medan.

Proyek Investasi di Pulau Ngenang

Berita Daerah bertemu dengan pemilik tanah di Pulau Ngenang, Kepulauan Riau yang memilih Investor yang bersifat hati-hati, kredibel, berdedikasi tinggi dalam mencapai keberhasilan serta memajukan industri pariwisata di Pulau Ngenang. Kejujuran serta memberikan pelayanan yang baik bagi investor merupakan hal yang dijunjung tinggi dalam kerjasama proyek investasi ini.

Pemilik tanah berharap untuk menjadi pemain global yang dominan, kepercayaan, mitra yang kredibel dan dapat diandalkan di jangka panjang. Pulau Ngenang yang strategis, akan berkembang dinamis dan menjadi tempat ideal bagi para pelaku pasar internasional, tanah yang ditawarkan memiliki luas 75 hektar dengan harga 12 milyar rupiah.

Artikel ini merupakan kerjasama beritadaerah.com dengan Lembaga Pengembangan Bisnis dan Investasi Daerah (LEPMIDA), Contact Person : Deputy Director : Andreas – 081281813781

(Simon Wagner/EA/bd)

beritadaerah.co.id