Kondotel Cisarua Dibangun dari Material Daur Ulang

Big Banner

CISARUA, KOMPAS.com – Mempertimbangkan kawasan Puncak, Cisarua, Kabupaten Bogor, yang masih hijau berhutan pinus, PT Tritunggal Agung Propertindo mengusung Grand Dafam Cisarua sebagai bangunan hijau atau green building. Tujuannya, supaya suasana alam tetap menjadi fokus pengunjung.

Saat mendesain kondotel tersebut, sang arsitek Ismail Yaqub berupaya agar bangunan ini tidak mendominasi alam.

“Kami buat bangunan 9 lantai ini agar jangan sampai mendominasi alam. Dengan garis-garis lurus sesuai dengan lingkungan, dan pepohonan,” ujar Ismail kepada Kompas.com, Selasa (12/8/2015).

Garis ini, lanjut Ismail, juga dikombinasikan dengan ornamen modern dan elegan, misalnya kayu-kayu. Material kayu yang digunakan juga bukan produksi baru, melainkan hasil daur ulang atau kayu bekas.

Selain menggunakan garis yang disesuaikan, bangunan ini juga menghilangkan komponen yang tidak selaras. Meski secara desain modern dan klasik, namun bangunan ini juga dibuat agar menyatu dengan lingkungan.

“Kami upayakan supaya orientasi utama pengunjung tetap lingkungan. Jadi bangunan ini tidak terlihat menonjol. Desain dapat, alam dapat,” sebut Ismail.

Selain itu, tambah dia, Grand Dafam juga menggunakan elemen kaca natural. Kaca bisa memberikan pengunjung pengalaman yang lebih dekat dengan lingkungan. Di skydining, Ismail menciptakan area di mana pengunjung bisa menikmati pemandangan 360 derajat.

Dari segi pengurangan daya dan energi, Grand Dafam juga menggunakan sistem-sistem pendukung. Ismail mencontohkan, bangunan ini mengadopsi sistem ramah energi mulai dari komponen pendingin ruangan, listrik, hingga lampu LED.

Untuk pendingin ruangan, kata Ismai, Grand Dafam menggunakan sistem Variable Refrigerant Volume (VRV). Selain tidak berisik, sistem pendingin VRV juga diyakini bisa menghemat pemakaian listrik hingga 50 persen.

properti.kompas.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me