Pasar Rumah Mungil Bakal Dikeroyok Pengembang Besar

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Penawaran rumah mungil  tidak lama lagi diprediksi bakal semakin meluas. Tidak seperti selama ini dimana pemainnya hanya pengembang kecil dan menengah, nanti segmen ini juga akan dikeroyok pengembang raksasa. Kemungkinan ini buntut dari kebijakan Bank Indonesia (BI) yang mengetatkan penyaluran KPR inden.

Paramount Land Cluster Amarillo Village

Paramount Land Cluster Amarillo Village

Menurut Peraturan Bank Indonesia (PBI) No. 17/10/PBI/2015 untuk rumah inden di atas 70 m2 KPR-nya dapat cair menunggu bangunannya selesai. Pengembang bisa langsung mencairkan tanpa menunggu rampungnya bangunan apabila memberi jaminan berupa letter of credit, bank garansi atau deposito, sebesar nilai KPR yang didapat kepada bank. Untuk rumah inden di bawah 70 m2 BI lebih fleksibel. KPR dapat dicairkan sesuai progres pembangunan. Ini berbeda dengan sebelumnya, KPR inden dapat dicairkan sesuai progres pembangunan tanpa melihat tipe rumah.

Saat ini pengembang besar yang menggarap pasar rumah mungil baru Paramount Land, Serpong, Tangerang, Banten. Pengembang di bawah grup Batik Keri situ sudah memasarkan ribuan rumah mungil. Bukan hanya bangunannya yang kecil, kavelingnya juga super kecil. Amarillo Village, cluster terbaru  rumah mungil yang dipasarkan Paramount, luas kavelingnya 32 meter persegi (lebar 4 meter) dan 40 meter persegi (lebar 5 meter). Kaveling 32 meter persegi luas bangunannya 36 dan 41 m2, sedangkan kaveling 40 meter persegi bangunannya tipe 45, 53, dan 59. Paramount memasarkan produk ini mulai Rp600 jutaan.

Menurut Hyronimus Yohanes, GM Marketing PT Hasana Damai Putra, pengembang Kota Harapan Indah (KHI/2.200 ha), Bekasi, Jawa Barat, menghadapi situasi ini pengembang tidak punya banyak pilihan. Cara satu-satunya cara adalah masuk pasar rumah mungil. “Tidak ada pilihan lain kita akan mengikuti Paramount main rumah kecil,” katanya.

Ia tidak menyebutkan kapan akan mulai menggarap segmen itu. Saat ini KHI memasarkan rumah terkecil tipe 69/114 seharga Rp1,1 miliar di cluster Samata. Selain akan masuk ke segmen rumah kecil KHI juga tidak mau menggandalkan penjualan rumah dengan KPR. Ia memasarkan dengan pembayaran cicilan bertahap 36 kali. Uang mukanya juga dapat dicicil. “Cara ini cukup memudahkan konsumen, tidak banyak syarat, fleksibel, dan saat angsurannya lunas rumahnya juga sudah selesai dibangun,” imbuhnya.

Jakarta Garden City (JGC/370 ha) yang dikembangkan PT Mitra Sindo Sukses (Grup Modern Land Realty) di Cakung, Jakarta Timur,  juga menyasar rumah kecil. Tapi segmennya di atas Paramount Land dan KHI. JGC memasarkan rumah terkecil di cluster La Sein tipe 63/90 Rp1,4 miliar. Pengembangnya belum menyatakan apakah akan mengikuti jejak Paramount atau tidak.

housing-estate.com