REI: Industri Properti Masih Alami Tren Perlambatan

Big Banner

JAKARTA – Sekretaris Jenderal Real Estate Indonesia (REI) Hari Raharta Sudrajat menjelaskan, pada semester I-2015 sektor properti masih menunjukkan perlambatan. Pasalnya, pasar properti dipengaruhi berbagai faktor yang cenderung tidak memberikan sentimen positif.

“Pelemahan kondisi makro ekonomi nasional yang ditunjukkan pertumbuhan ekonomi kuartal II-2015 sebesar 4,67 persen. Angka tersebut lebih rendah 0,45 persen dibanding periode yang sama tahun 2014 yang sebesar 5,12 persen,” ujarnya di Hotel Le Meridien, Jakarta, Kamis (6/8/2015).

Lanjut dia, faktor lainnya adalah nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang masih terus alami pelemahan.

“Itu memicu lonjakan harga bahan bangunan yang berdampak pada naiknya harga properti yang dijual pengembang,” jelas dia.

Lebih jauh dia mengungkapkan, tingginya target penerimaan pajak pemerintah juga menyebabkan turunnya minat masyarakat dalam membeli properti.

“Sentimen pasar jadi takut. Moment-nya tidak pas, bukan karena kita tidak suka pemerintah akan menaikan target penerimaan pajaknya,” sebutnya.

Pada intinya, dia menilai, berbagai kondisi tersebutlah yang menyebabkan masih terjadinya tren perlambatan di sektor properti.

“Kondisi ini memicu penurunan transaksi properti karena masyarakat lebih memilih mementingkan pemenuhan kebutuhan primer lainnya,” pungkasnya.

(rzy)

property.okezone.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me