Jasa Marga Pilih Beri Bantuan Sosial daripada Gratiskan Tarif Tol

Big Banner

JAKARTA, KOMPAS.com – PT Jasa Marga (Persero) Tbk menyiapkan dana bantuan senilai Rp 3,1 miliar yang akan digunakan untuk masyarakat sekitar tol di seluruh Indonesia dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke-70.

“Ini dalam rangka HUT RI ke-70, sekaligus bentuk kepedulian lingkungan perseroan,” ujar Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko PT Jasa Marga Tbk, A. Pandu Djajanto usai Pemberian Bantuan Air Bersih dan Pengobatan Gratis bagi masyarakat sekitar Tol Jagorawi di Desa Cipambuan, Babakan Madang, Bogor, Jawa Barat, Jumat (14/8/2015).

Total bantuan itu, kata Pandu, disebar di sembilan cabang dan tiga belas anak usaha perseroan. Dengan tema “70 tahun Indonesia Merdeka, Jasa Marga Hadir untuk Negeri” berkonsep 17.8.45.

Rincian bantuan tersebut yakni 17 renovasi bangunan Sekolah Dasar di wilayah operasional Jasa Marga, masing-masing per cabang dua sekolah dengan nilai maksimal Rp 100 juta per sekolah atau total Rp 1,7 miliar.

Kemudian, delapan hari bantuan air bersih ke 19 titik lokasi kekeringan di seluruh wilayah operasi dengan kapasitas 8.000 liter per hari dua tangki dengan nilai total Rp 615 juta.

Bantuan terakhir adalah berupa pemberian 45 sepeda motor masing-masing senilai Rp 15 juta untuk 45 guru teladan. Untuk penyaluran bantuan ini, Jasa Marga bekerja sama dengan dinas pendidikan wilayah operasi dengan total nilai Rp 675 juta.

Khusus di Kabupaten Bogor, Jasa Marga juga memberikan bantuan obat kepada Puskesmas Sentul dan Babakan Madang senilai Rp 90 juta.

Tidak harus menggratiskan tarif tol

Pada kesempatan yang sama, Direktur Keuangan PT Jasa Marga Tbk, Reynaldi Hermansjah menjelaskan, aneka bantuan perseroan kepada masyarakat sekitar jalan tol itu merupakan partisipasi lain BUMN kepada masyarakat.

“Jadi, ini on top dari partisipasi lain bagi bangsa ini dari kami, sehingga tidak harus misalnya, menggratiskan jalan tol atau memberikan potongan harga tertentu dalam hari-hari tertentu,” kata dia.

Reynaldi menambahkan, jika partisipasi Jasa Marga adalah dengan menggratiskan jalan tol atau memberi diskon tarif, hal itu bisa menimbulkan persepsi negatif bagi investor jalan tol. Apalagi, Jasa Marga adalah perusahaan terbuka dengan 30 persen saham milik publik.

Reynaldi juga membenarkan, akibat pemberlakuan diskon tarif 25-35 persen pada angkutan lebaran tahun ini, perseroan mengalami potensi kehilangan pendapatan sekitar Rp 80 miliar.

“Itu sekitar satu persen dari target pendapatan perseroan Rp 8 triliun tahun ini,” sebut Reynaldi.

Sebelumnya, anggota Komisi V DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Nusirwan Soejono meminta agar pemerintah menggratiskan tarif tol dan kereta api selama sehari dalam rangka HUT RI ke-70 sebagai bentuk rasa syukur atas pencapaian selama ini di bidang layanan publik, khususnya jasa transportasi.

Usulan itu hanya dilakukan PT Kereta Api Indonesia yang menggratiskan layanannya selama satu hari pada Senin, 17 Agustus 2015.

properti.kompas.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me