Geliat Pertumbuhan Kawasan Simatupang CBD Kedua di DKI Jakarta

Majalah Properti Indonesia edisi Juni 2017 khususnya di rubrik Property Onsale mengulas pertumbuah Kawasan Simatupang, sebuah kawasan dengan pertumbuhan properti yang sangat pesat. Kawasan ini juga disebut ...

  • propertidata
  • 2017.06.02
  • 494

    view

  • Geliat Pertumbuhan Kawasan Simatupang CBD Kedua di DKI Jakarta

    Majalah Properti Indonesia edisi Juni 2017 khususnya di rubrik “Property Onsale” mengulas pertumbuah Kawasan Simatupang, sebuah kawasan dengan pertumbuhan properti yang sangat pesat. Kawasan ini juga disebut CBD kedua setelah Sudirman.

    Menyandang predikat se bagai CBD kedua setalah CBD Sudirman, membuat koridor Simatupang terus bersalin rupa menjadi pusat bisnis yang prestisius dan menjanjikan. Posisinya yang strategis, serta menjamurnya areal perkantoran, menjadikan kawasan tersebut sebagai salah ladang investasi bagi investor.

    Dalam laporan yang dirilis awal tahun 2017 lalu, konsultan properti Colliers International Indonesia menyebutkan, hingga kuartal keempat tahun 2016, total pasokan perkantoran di TB Simatupang telah mencapai 833.899 m2. “Hingga kuartal keempat 2016, total pasokan kantor di TB Simatupang setara dengan 50% dari seluruh pasokan kantor di Jakarta Selatan. Persentase ini akan meningkat menjadi 72% dalam kurun waktu 2017 hingga 2019,” papar Ferry
    Salanto, Associate Director Colliers International Indonesia.

    Secara umum, ruang kantor yang hadir di TB Simatupang diisi oleh sektor perminyakan dan gas yang secara tidak langsung turut mengundang banyak pekerja asing untuk berkarir di sini. Ekspatriat atau pekerja asing cenderung lebih menyukai tinggal di apartemen ketimbang rumah tapak. Menurut data Colliers, khusus di koridor Simatupang sen diri, ekspatriat asal Jepang dan Korea Selatan mendominasi pasar.

    Disusul ekspatriat asal India, Eropa dan Amerika Serikat serta Asia Tenggara. Selain menjadi pusat bisnis, koridor Simatupang juga kaya dengan akses. Sebut saja tol Jakarta Outer Ring Road (JORR), serta yang terbaru sedang dilakukan pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) yang ma-kin membuat kawasan ini bergeliat.

    Menjadi wajar, bila Perubahan yang terjadi di jalan TB Simatupang nyatanya memang memberi pengaruh besar bagi sektor properti. Karena lahan yang semakin terbatas, sebagian besar pembangunan hunian di koridor Simatupang beralih ke highrise. Beberapa wilayah sekitar Simatupang pun terkena imbas dari tingginya perkembangan di kawasan induk. Sebut saja Ampera, Fatmawati, Tanjung Barat, Pasar Rebo, yang secara letak berhimpitan langsung dengan koridor ini.

    Apartemen yang berada dikoridor utama Simatupang rata-rata dibanderol dengan harga tak kurang dari Rp1 Miliar. Sementara, untuk apartemen yang lokasinya berada di radius kurang dari 2 kilometer dibanderol di bawah Rp1 Miliar.

    Selengkapnya segera beredar di MPI edisi juni 2017. (Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui: https://www.getscoop.com/id/majalah/properti-indonesia lebih praktis dan lebih ekonomis).

    mpi-update.com

    Kalau kamu suka artikel ini, ayo klik Suka!

    Menyajikan berita infotainment setiap hari

    Beritahu artikel ini pada teman
    • Tweet
    • Share

    Artikel pada kategori yang sama

    Artikel terkait

    Kata Kunci Terkait

    Cari artikel rangkuman dari kata kunci