Rumah Sederhana Kini Idola Pengembang Properti

Big Banner

Melambatnya sektor properti membuat para pengembang properti mulai banting stir. Jika sebelumnya hunian mewah jadi idola, kini rumah sederhana tampak lebih menjanjikan. 

Pelemahan ekonomi dan rupiah dinyatakan Eddy Hussy, ketua DPP REI sangat terasa bagi kelas menengah-atas. Ia juga melanjutkan, program sejuta rumah, baik highrise ataupun landed house seluruhnya menggunakan material lokal, sehingga tidak terpengaruh oleh fluktuasi rupiah. 

Eddy juga mengakui, perlambatan ekonomi sangat terasa bagi industri properti untuk kalangan atas. Berdasarkan pantauannya, pada semester pertama tahun 2015, penurunan terjadi sampai 40 hingga 50 persen jika dibandingkan dengan semester dua tahun 2014. 

Sementara itu, ketua umum APERSI, Eddy Ganefo juga mengamini bahwa properti di kelas menengah bawah lebih tahan banting. 

“Kebutuhan hunian bagi MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah) sangat tinggi, jadi kendati ada gejolak rupiah, tetap akan bertahan. Harganya yang murah dan subsidi dari pemerintah juga membuat rumah MBR lebih stabil,” tegasnya, seperti informasi yang diterima oleh Rumahku.com.  

Sebelumnya PT Ciputra Property Tbk, lewat Artadinata Djangkar juga pernah mengungkapkan akan menyasar segmen menengah-bawah, karena secara makro penjualannya merosot diangka 80 hingga 90 persen.

rumahku.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me