Strategi Pengembang Hadapi Pelemahan Pasar Properti

Big Banner
Rumah mungilRumah mungil

Propertinet.com – Untuk menghadapi pasar properti yang sedang lemah, perusahaan-perusahaan pengembang telah menyusun strategi. Beberapa pengembang sebelumnya hanya menggarap pasar rumah menengah-atas, kini mulai menyisir segmen menengah-bawah.

Bahkan tipenya bukan lagi kategori menengah tapi rumah mungil.  Salah satu yang bersiap meluncurkan rumah seperti ini adalah Kota Harapan Indah (2.200 ha), Bekasi, Jawa Barat.

Keikutsertaan Kota Harapan Indah (KHI) masuk ke segmen ini menyusul keberhasilan Paramount Land, Serpong, Tangerang, Banten, yang melansir rumah mungil dua lantai di kaveling super kecil tipe 36/32, 41/32, 53/40. Sejak dilansir  setahun lalu Paramount sudah memasarkan tiga cluster rumah mungil. Terbaru cluster Amarilo Village seharga mulai Rp600 jutaan.

Menurut Tasya Manuputi, Promotion & Marketing Communication PT Hasana Damai Putra (HDP), pengembang KHI, rumah mungil yang hendak dibangun semuanya bangunan satu lantai. Tipe rumahnya masih dimatangkan, kira-kira 38/72, 45/90, 52/90. Tipe-tipe tersebut juga dipasarkan Segara City (110 ha), perumahan menengah yang dikembangkan HDP di Tarumajaya, Bekasi. “Kita menawarkan harga cukup terjangkau, yang terkecil harganya Rp500 jutaan,” terang Tasya.

           Baca Juga!

 

Rumah-rumah tersebut, imbuh Tasya, lokasinya tidak dalam satu hamparan dengan KHI tapi di belakang proyek kota baru itu di kawasan Kaliabang, Bekasi utara. Cluster rumah mungil yang diberi nama Green Ara itu lokasinya tidak jauh dari perumahan Puri Harapan dan Pondok Ungu Permai. Luas areanya 2,5 ha. Selain rumah sebanyak 100-an unit juga akan dibangun ruko.

Rencananya Green Ara akan diperkenalkan kepada publik pada pameran perumahan BTN Property Expo yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, 15 – 23 Agustus 2015. Selain Green Ara, dalam pameran perumahan itu HDP akan mengikutkan tiga proyeknya: Kota Harapan Indah, Segara City, The Royal Residence. “Di pameran itu hanya kita kenalkan, pemasarannya bulan September,” terang Tasya.

Selain Green Ara KHI juga menyiapkan proyek sejenis di Tarumajaya. Lokasinya tidak jauh dari KHI seluas 17 ha. Rencananya proyek tersebut dipasarkan satu hingga dua bulan setelah peluncuran Green Ara.

propertinet.com