Tahun Ini, 1 Jutaan Orang Bisa Miliki Rumah dengan Subsidi Pemerintah

Big Banner

Pemerintahan dibawah pimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) optimis, target pembangunan 1 juta rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) tercapai. Bahkan, jika dihitung di atas kertas saja jumlahnya bisa melampaui angka satu juta. Ini berarti, akan ada lebih dari 1 juta warga negara Indonesia yang bisa mendapatkan rumah layak huni dengan subsidi dari pemerintah.

Dijumpai usai membuka BTN Expo di Jakarta Convention Center (JCC) hari ini (Sabtu 15/8/2015), Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono dengan yakin mengatakan, sekarang sudah ada sekitar 600.000 unit rumah bersubsidi. Sebanyak 292.000 unit rumah dari jumlah itu, sudah BTN salurkan melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Ia juga mengatakan, akan ada tambahan pasokan lagi sebanyak 442.000 unit serta pemerintah juga menyediakan langsung sekitar 100.000 unit. FLPP sendiri, kata dia, sudah mencapai 643.000 unit.

“Jumlah ini belum termasuk dari unit yang dibangun REI, Sedayu, Agung Podomoro. Jadi mudah-mudahan ini bisa tercapai tahun ini,” ungkap Menteri Basuki.

Sayangnya, informasi mengenai rumah-rumah bersubsidi ini sangat minim. Rumah123.com yang mengacu pada data REI maupun www.sejutarumah.id pun kesulitan mendapatkan rincian detail, dimana lokasi proyek, nama perumahan, berapa unit total yang dibangun dan nama pengembang serta alamat atau nomor kontaknya. Kita hanya mendengar pemerintah atau REI mengatakan sekian ratus ribu unit, namun masyarakat perlu tahu persisnya dimana proyek perumahan bersubsidi itu berada.

MBR adalah kelompok masyarakat yang kurang mampu dari sisi daya beli. MBR yang berhak mendapatkan subsidi perumahan ini pun sudah dipatok dengan batasan, berpenghasilan kurang dari Rp4 juta per bulan (untuk bisa membeli rumah tapak) dan kurang dari Rp7 juta (untuk rumah susun). Harga rumah bersubsidi di seantero Nusantara, berkisar antara Rp115 juta hingga Rp165 juta per unit. (Foto: Istimewa)

rumah123.com