Bank Tanah Penting untuk Kendalikan Harga

Big Banner

Dalam Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) sebagai revisi PP Nomor 15 tahun 2004 tentang Perusahaan Umum Pembangunan Perumahan Nasional (Perum Perumnas), Perumnas diberi kesempatan untuk menjadi landbank atau bank tanah.

Direktur Utama Perum Perumnas Himawan Arief Sugoto menjelaskan, aspek landbank (bank tanah) penting, mengingat Perumnas juga diharapkan dapat untuk memastikan pasokan (supply) rumah.

“Aspek ini penting, maka harga tanah bisa terkendali, akan mampu menekan stabilisasi rumah akibat inflasi harga tanah,” ujarnya, akhir pekan lalu.

Menurut dia, hal ini harus dimanfaatkan secara nasional. Pasalnya, dengan target program sejuta rumah yang diperkirakan rampung pada 2018, hal ini dapat mendorong bahkan hingga tiga kali lipat lebih cepat.

“Harusnya dapat dimaksimalkan secara nasional. Sekira 10 persen-12 persen dari supply nasional, bahkan tiga kali lipat. Bapak Syarif (Dirjen Penyediaan Rumah PUPR) berharap di 2018 udah dapat selesai. Sekarang kan masih 36 ribu,” jelasnya.

Sekadar informasi, Menteri Pekerjaan Umum-Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono telah meminta untuk merevisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 15 tahun 2004 tentang Perusahaan Umum Pembangunan Perumahan Nasional (Perum Perumnas). Di mana dalam aturan ini Perumnas diberi kesempatan untuk menjadi landbank. Kegiatan usaha landbank, pihaknya akan memberikan tanah PU yang idle dan akan diserahkan kepada Perumnas sesuai aturan yang ada untuk dikembangkan.

Kedua, kata Basuki, Perumnas juga akan jadi pengelola perumahan umum, manajemen properti, pengembangan kawasan siap bangun, lingkungan siap bangun, dan kawasan siap bangun.

“Perumnas juga jadi national housing development itu yang akan bisa dilakukan Perumnas nantinya dari revisi, jadi tidak hanya support finansial tapi bussines oportunity,” tandas Basuki. (as/okezone)

ciputraentrepreneurship.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me