Kinerja LPKR Q-1/2017. Satu dari 25 The Best Developer Properti (1)

Laporan Utama Majalah Majalah Properti Indonesia (MPI) edisi Juni 2017 mengulas kinerja 25 besar pengembang properti di tanah air. Di antaramya PT Lippo Karawaci Tbk. PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR) terkena ...

  • propertidata
  • 2017.06.07
  • 874

    view

  • Kinerja LPKR Q-1/2017. Satu dari 25 The Best Developer Properti (1)

    Laporan Utama Majalah Majalah Properti Indonesia (MPI) edisi Juni 2017 mengulas kinerja 25 besar pengembang properti di tanah air. Di antaramya PT Lippo Karawaci Tbk.

    PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR) terkena imbas lesunya bisnis properti. Walau begitu perusahaan pengembang yang tergabung dalam imperium bisnis milik Mochtar Riady ini sukses bertahan di posisi puncak dengan raihan pendapatan terbesar di antara pengembang lainnya.

    Pada kuartal I-2017 LPKR membukukan pendapatan Rp2,5 tri liun, menyusut tipis dibandingkan pendapatan di kuartal I-2016 sebesar Rp2,6 triliun. Penyusutan ini juga diikuti perolehan laba bersih sebesar Rp 142,66 miliar atau turun sebesar 54,17% diban ding kuartal I-2016 sebesar Rp311,28 miliar.

    Pendapatan Lippo Karawaci tersebut ditopang oleh divisi Properti dan Urban Development, Large Scale Integrated, serta recurring income yang berkontribusi sebesar 72% atau senilai Rp1,8 triliun. “Pendapatan recurring memainkan peran penting dalam menyeimbangkan pelemahan siklus bisnis properti,” ujar Ketut Budi Wijaya, Presiden Direktur LPKR.

    Pendapatan Divisi Healthcare melalui brand Siloam tumbuh 13% menjadi Rp1,4 triliun. Siloam mengelola 25 rumah sakit dan mencatatkan laba bersih sebesar Rp40 miliar. Sementara, divisi Komersial pendapatannya Rp183 miliar, terutama ditopang oleh peningkatan tajam dari pendapatan Mal sebesar 57% menjadi Rp97 miliar.

    Sedangkan pendapatan Hotel stabil sebesar Rp86 miliar dan Bisnis Asset Management yang terdiri dari town management dan portofolio & properti management tumbuh sebesar 8% menjadi Rp234 miliar sebagai hasil dari semakin membesarnya total kelolaan aset di bawah portofolio REITS.

    LPKR optimistis pendapatan tahun ini tumbuh sebesar 20%. “Kami akan terus mengembangkan bisnis kami dan pada saat bersamaan berinvestasi dalam perluasan jaringan rumah sakit dan jaringan mal ritel kami,” ujar Ketut. Pada 2017, LPKR mengalokasikan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) yang committed dari konsumen sebesar Rp1,8 triliun sementara yang uncommitted Rp1,6 triliun.
    (Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui: https://www.getscoop.com/id/majalah/properti-indonesia lebih praktis dan lebih ekonomis).

    mpi-update.com

    Kalau kamu suka artikel ini, ayo klik Suka!

    Menyajikan berita infotainment setiap hari

    Beritahu artikel ini pada teman
    • Tweet
    • Share

    Artikel pada kategori yang sama

    Artikel terkait

    Kata Kunci Terkait

    Cari artikel rangkuman dari kata kunci