BKPM Genjot Investasi Asing di Sektor Properti

Big Banner

Bisnis.com, JAKARTA—Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) berupaya menggenjot investasi dari luar negeri melalui penanaman modal asing (PMA) di sektor properti.
 
Kepala BKPM Franky Sibarani menuturkan,  pihaknya mengundang developer asing untuk mendiskusikan rencana pengembangannya selama lima tahun ke depan di Indonesia.

“Kami akan mengundang dengan terbuka pada pengembang asing yang berinvestasi di sini untuk membicarakan mengenai rencana kerja mereka,” tuturnya di Jakarta, Selasa (18/8/2015).

Menurut Franky, masuknya PMA properti ke dalam negeri bukan hanya karena melihat potensi pasarnya, melainkan juga jumlah tenaga kerja produktif indonesia yang sangat besar. Adanya dua faktor tersebut mampu menjamin investor untuk terus menanamkan modal.
 
Adapun tiga negara yang gencar mengembangkan propertinya di Indonesia ialah Singapura, Jepang, dan China.

“Jepang melakukan perluasan, contoh Toyota Housing. China cukup masuk kawasan industri cukup banyak. Ada juga Korea Selatan, tapi tiga besarnya Singapura, Jepang, dan China,” imbuhnya.

Sejak Mei 2015 pihaknya meluncurkan kemudahan proses pendaftaran proyek dari 25 hari menjadi hanya 11 hari.

Dia pun berpendapat semakin banyaknya suplai properti dalam kategori kelas atas menunjukan Indonesia siap bersaing dengan negara lain seperti Singapura dan Hongkong.

Untuk menggenjot target investasi, BKPM berkomitmen melakukan tiga hal untuk memperbaiki iklim investasi, yakni memperbaiki perizinan dengan sistem pelayanan terpadu satu pintu dengan proses konsolidasi di tingkat kabupaten/ kota, realisasi kemudahan perizinan investor di daerah, dan memperbaiki kebijakan seperti tax allowance dan tax holiday untuk mengundangan datangnya investor.

properti.bisnis.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me