Indonesia-Malaysia Jalin Kerjasama Bidang Konstruksi

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Ditjen Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) bekerja sama dengan Construction Industry Development Board (CIBD) Malaysia untuk pengembangan keahlian tenaga kerja konstruksi Indonesia  dan Malaysia. Hal ini diperlukan karena cukup banyak warga negara Indonesia  bekerja di proyek konstruksi di Malaysia.

58 persen pekerja konstruksi di Malaysia dari Indonesia

58 persen pekerja konstruksi di Malaysia dari Indonesia

Menurut Dirjen Bina Konstruksi Kemenpupera Yusid Toyib, kerja sama ini sudah dilakukan sejak tahun 2014 dan kini kian ditingkatkan. Tahun lalu sudah dihasilkan sertifikasi untuk 388 orang untuk tenaga kerja terampil khususnya untuk keterampilan Briclayer, Plestering, Wooding, dan Painting.

“Dengan sudah tersertifikasi status pekerja meningkat menjadi skilled worker dan pendapatannya juga naik hampir dua kali lipat. Menurut catatan resmi sekitar 58 persen tenaga konstruksi di Malaysia adalah tenaga kerja asal Indonesia, makanya tahun ini kita menargetkan 2.000 orang akan disertifikasi agar para pekerja ini juga mendapatkan penghasilan yang lebih layak,” ujarnya saat saat menerima perwakilan CIBD di Jakarta, pekan lalu.

Ditjen Bina Konstruksi akan memfokuskan pada percepatan untuk jenis training or trainer (TOT) instruktur dan akreditasi lembaga pelatihan Indonesia oleh Malaysia, harmonisasi bakuan kompetensi, standar pelatihan dan sertifikasi kedua negara, serta pelatihan dan uji sertifikasi di Indonesia. Berdasarkan klasifikasi ini melahirkan sertifikat bersama CIBD-LPJK untuk tahun 2017-2019.

“Karena itu kerja sama ini sangat penting bagi kedua negara, khususnya untuk keterampilan dan kesejahteraan tenaga kerja konstruksi Indonesia. Selama ini pendapatan yang diraih pekerja kita tidak maksimal karena belum dibekali kemampuan hingga general worker yang tersertifikasi,” imbuhnya.

Bahkan di tahun 2015 ini lingkup kerja sama telah dikembangkan seperti pertukaran informasi untuk standar kompetensi, pelatihan, sertifikasi, online learning, joint venture, supervisi, dan sebagainya. Lebih dari itu, dilakukan juga standar kompetensi konstruksi serta tim kerja pengembangan kerja sama antar dua negara.

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me