Jadikan UMR Dasar Patokan Harga Rumah Subsidi

Housing-Estate.com, Jakarta - Patokan harga rumah bersubsidi perlu lebih dipertajam. Jika sebelumnya pemerintah menetapkan patokannya berbasis keterjangkauan, kalangan pengembang mengusulkan agar patokannya ...

  • propertidata
  • 2017.06.13
  • 585

    view

  • Jadikan UMR Dasar Patokan Harga Rumah Subsidi

    Housing-Estate.com, Jakarta - Patokan harga rumah bersubsidi perlu lebih dipertajam. Jika sebelumnya pemerintah menetapkan patokannya berbasis keterjangkauan, kalangan pengembang mengusulkan agar patokannya didasarkan pada daya beli. Ukuran yang dipakai upah minimum regional (UMR). Dengan berpatokan pada UMR masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) punya pilihan sesuai kemampuannya atau penghasilannya. Sekarang secara regional diseragamkan, rumah bersubsidi untuk MBR di wilayah Jabodetabek harganya dipatok Rp141 juta. Padahal daya beli masyarakat di setiap daerah berbeda sesuai patokan UMR.

    Ilustrasi

    “Di Bekasi dan Cikarang patokan UMR Rp3,6 juta, di Subang Rp2,4 juta, jadi gaji yang berbeda harus membeli harga rumah yang sama. Ini salah satu yang membuat penyerapan rumah bersubsidi menjadi terkendala. Harusnya harga rumah disesuaikan dengan UMR di setiap daerah,” ujar CEO PT Sri Pertiwi Sejati (SPS Group) Asmat Amin, kepada housing-estate.com di Jakarta, Kamis (8/6).

    Harga rumah bersubsidi Rp141 juta itu sudah naik dari tahun sebelumnya. Tahun lalu harganya Rp133,5 juta dan sebelumnya Rp126,5 juta. Menurut Asmat, dengan UMR Rp3,6 juta seseorang mampu mencicil Rp1,2 juta (sepertiga gaji). Dengan bunga bersubsidi 5 persen, ditarik anuitas tenor 20 tahun maka keluar harga rumah sesuai gaji Rp3,6 juta. Demikian juga untuk gaji Rp2,4 juta  dengan kemampuan mencicil Rp800 ribu.

    Dengan pola seperti ini di wilayah yang UMR-nya lebih tinggi pekerjanya dapat menyerap harga rumah yang lebih tinggi pula. Ini dinilai lebih fair bagi kalangan pekerja dan bank penyalur KPR.  Asmat meminta pemerintah agar aturan yang dibuat lebih implementatif sehingga dapat diterapkan di lapangan. Ia mencontohkan di kota-kota besar seperti Bandung dan Surabaya tidak mungkin lagi dibangun rumah bersubsidi sesuai patokan pemerintah.

    housing-estate.com

    Kalau kamu suka artikel ini, ayo klik Suka!

    Menyajikan berita infotainment setiap hari

    Beritahu artikel ini pada teman
    • Tweet
    • Share

    Artikel pada kategori yang sama

    Artikel terkait

    Kata Kunci Terkait

    Cari artikel rangkuman dari kata kunci