REI: WNA Perlu Dimudahkan Miliki Properti di Indonesia

Big Banner

Kalangan pengembang meminta pemerintah untuk mengubah ketentuan yang mengatur pemilikan properti oleh warga negara asing (WNA).

Ketua Umum Real Estat Indonesia (REI), Eddy Hussy, mengatakan revisi aturan yang direncanakan pemerintah harus memudahkan WNA dan sinkron dengan ketentuan terkait lainnya.

“Impementasi PP No.41 sudah 20 tahun tidak jalan, perlu revisi,” tukasnya seperti dilansir Bisnis.com.

Dia menjelaskan, pemberian hak pakai bagi WNA sebaiknya juga diberikan bagi WNA yang tidak berkedudukan di Indonesia.

Dengan demikian, pangsa pasar bagi perusahaan pengembang akan menjadi lebih luas.

Sebagai gambaran, jumlah tenaga kerja asing di Indonesia pada 2014 mencapai 68.767 orang, sedangkan jumlah diaspora Indonesia di luar negeri mencapai 6 juta orang dan menyumbang transaksi remitansi sebesar US$8,4 miliar.

Sebagaimana diketahui, WNA boleh memiliki properti di Indonesia dengan status hak pakai. Ini diatur dalam UU Pokok Agraria Tahun 1960 dan PP No.41 Tahun 1996.

Dia menilai, industri properti akan bergairah jika regulasi yang dibuat bisa lebih atraktif bagi WNA.

Eddy menyebut, mata rantai industri properti mencapai 174 subsektor. Selain itu, pertumbuhan di sektor properti juga bisa menyokong kegiatan bisnis di sektor perbankan dan ritel.

Di samping itu, dengan ketentuan pajak yang lebih mahal, ini bisa menjadi modal bagi pemerintah untuk membiayai proyek-proyek hunian dengan harga terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Kendati mengusulkan pelonggaran, Eddy juga mengusulkan batasan harga yang boleh dimiliki oleh WNA. ” Tidak boleh beli dengan harga berapa saja,” katanya. (as)

ciputraentrepreneurship.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me