Pengembang Gandeng “Blogger” Gaet Konsumen di Internet

Big Banner

JAKARTA, KOMPAS.com – Di tengah kelesuan ekonomi saat ini pengembang terus mengeluarkan strategi untuk menggaet konsumen. Salah satunya memanfaatkan komunitas blogger yang aktif menggunakan internet.

Demikian dikatakan Teresia Prahesti, Head of Public Relation Synthesis Development, Rabu (19/8/2015), terkait upayanya menggagas Synthesis Blogger Community (SBC) di Jakarta. Synthesis Blogger Meet Up merupakan ajang kumpul blogger yang aktif mendukung peningkatan peringkat search engine optimization (SEO).

“Semakin tinggi ranking SEO, pencarian proyek yang kami kembangkan secara online di internet bertambah mudah diakses,” ujar Teresia.

Menurut dia, tren jual beli properti di Indonesia saat ini sudah semakin menjurus ke arah teknologi praktis, yaitu internet. Lewat pemanfaatan teknologi itulah, terutama perkembangan gadget dan internet, pencarian properti saat ini semakin mudah tanpa batasan jarak dan waktu.

“Kami berusaha memanfaatkan media dan sarana apa saja untuk mengenalkan proyek-proyek kami ke publik, salah satunya komunitas blogger ini. Mereka kan sangat aktif di internet,” ujar Teresia.

Synthesis Development adalah pengembang properti di Jakarta yang belakangan namanya terangkat ke permukaan berkat dua proyek anyarnya, superblok Bassura City di Jakarta Timur dan Synthesis Residence Kemang. Melihat kebutuhan pemasaran, lanjut Teresia, strategi menggandeng blogger cukup tepat berkat keaktifan mereka mengunggah tulisan dan foto di blog pribadinya. Lewat merekalah diharapkan brand produk proyeknya mudah diakses secara bebas dan luas di internet.

Saat ini SBC sudah menghimpun 95 orang blogger dari berbagai daerah di Jabodetabek. Dia mengakui, keakfitan para blogger tersebut akan ikut mendongkrak ranking global website milik Synthesis.

Pengguna internet

Berdasarkan laporan Ericsson Mobility pada Juli lalu, tahun ini Indonesia masih menempati peringkat keempat dalam jajaran negara dengan pertumbuhan internet global paling tinggi. Posisi pertama diduduki India, lalu Tiongkok, dan Myanmar. Adapun Jepang, Nigeria, dan Amerika Serikat merupakan tiga negara yang pertumbuhan internetnya di bawah Indonesia.

Laporan tersebut menunjukkan bahwa Indonesia memiliki lebih dari empat juta pelanggan internet mobile baru pada kuartal pertama 2015 ini. Sementara itu, data lebih detail juga dipaparkan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) yang mengungkapkan demografi pengguna internet di Indonesia.

Dilansir dari Kompas Tekno, Kepala Humas Kominfo Ismail Cawidu pada rapat koordinasi Bakohumas se-Sultra di Kendari, Selasa (11/3/2015) lalu, mengatakan bahwa pengguna Internet di Indonesia saat ini mencapai sedikitnya 73 juta atau sekitar 29 persen dari total populasi. Dari jumlah pengguna internet itu sekitar 58,4 persen rata-rata di usia 12 hingga 34 tahun.

Menurut Ismail, orang Indonesia rata-rata menggunakanan internet lima jam setiap harinya melalui laptop/PC dan sekitar dua jam melalui perangkat mobile. Maka, tak salah kiranya, bahwa indikator kecenderungan penggunaan internet juga meningkat untuk transaksi pembelian properti.

properti.kompas.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me