Megapolitan Developments Bagikan Dividen Rp 6,7 Miliar

PT Megapolitan Developments Tbk. (EMDE) akan membagikan dividen sebesar Rp6,7 miliar atau 10,25% dari perolehan laba bersih perseroan pada 2016 senilai Rp65,5 miliar. Laba bersih tahun 2016 tumbuh 7% dibandingkan ...

  • propertidata
  • 2017.06.15
  • 550

    view

  • Megapolitan Developments Bagikan Dividen Rp 6,7 Miliar

    PT Megapolitan Developments Tbk. (EMDE) akan membagikan dividen sebesar Rp6,7 miliar atau 10,25% dari perolehan laba bersih perseroan pada 2016 senilai Rp65,5 miliar. Laba bersih tahun 2016 tumbuh 7% dibandingkan realisasi tahun sebelumnya Rp61,3 miliar.
    “Dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) disepakati pembagian dividen kepada para pemegang saham senilai Rp6,7 miliar atau Rp2 per saham,” ujar Lora Melani Lowas Rimba, Presiden Direktur PT Megapolitan Developments Tbk. di Jakarta, Rabu (14/6/).

    Menurutnya Melani, Perseroan juga mendapatkan persetujuan pemegang saham untuk mengalokasikan 89,75% atau Rp58,7 miliar dari laba bersih‎ tahun lalu sebagai cadangan modal perseroan dalam mengembangkan bisnis ke depan. Cadangan modal tersebut, nantinya dapat digunakan Perseroan dalam membeli tanah di berbagai wilayah untuk memperluas kepemilikan cadangan lahan, yang saat ini seluas 400 hektare.

    Direktur Keuangan dan Sekretaris Perusahaan Megapolitan‎ Development, Fanny Setiati Susanto mengatakan, cadangan lahan perseroan mayoritas berada di daerah Bogor seluas 200 hektare yang nantinya dibangun rumah ataupun apartemen.”Kami terus menambah land bank, dan lahan yang di Bogor akan dibangun dengan melihat kondisi properti, jika baik maka akan dibangun, kapannya? Kami belum bisa pastikan,” papar Fanny.

    Sementara dampak pengampunan pajak ke sektor properti khususnya terhadap penjualan produk perusahaan, menurut Fanny, tidak seperti yang diharapkan. “Belum signifikan dampaknya,” ujar Fanny. Menurut Fanny, pertumbuhan penjualan properti yang dibangun Megapolitan di berbagai wilayah, bukan disebabkan adanya aliran dana repatriasi tetapi lebih didorong oleh kebutuhan masyarakat terhadap rumah.

    “Kita tumbuh semata-mata bukan tax amnesty tapi karena kebutuhan, sebab 70% pembeli kita itu pemakai bukan investor,” papar Fanny seraya mengatakan kondisi properti tahun ini masih belum banyak berubah dibanding tahun lalu masih penuh tantangan. YS

    mpi-update.com

    Kalau kamu suka artikel ini, ayo klik Suka!

    Menyajikan berita infotainment setiap hari

    Beritahu artikel ini pada teman
    • Tweet
    • Share

    Artikel pada kategori yang sama

    Artikel terkait

    Kata Kunci Terkait

    Cari artikel rangkuman dari kata kunci