Pasar Konstruksi Indonesia Empat Besar di Dunia

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Pasar konstruksi Indonesia masuk empat besar di dunia setelah Cina, Jepang, dan India. Menurut Dirjen Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) Yusid Toyib, nilai proyek konstruksi di Indonesia hingga lima tahun ke depan mencapai Rp1.353 triliun.

Pembangunan Green Palace Residence

Ilustrasi

“Anggaran sebesar itu gabungan dari APBN, APBD, BUMN, dan swasta. Karena nilainya sangat besar negara lain pada ngiler mau ambil proyek di sini. Karena itu kita harus siap, SDM kita harus tersertifikasi dan teknologinya harus terus di-upgrade,” ujarnya kepada pers menuju penyelenggaraan Indonesia Infrastructure Week Event di Jakarta, Rabu (19/8).

Tantangan yang perlu segera diatasi adalah kecilnya jumlah  pekerja di sektor konstruksi yang sudah bersertipikat. Dari 7,2 juta pekerja di sektor konstruksi yang sudah bersertipikat baru sekitar 5 persen. Untuk meningkatkan tenaga ahli konstruksi Kemenpupera akan bekerja sama dengan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) mendatangi perusahaan-perusahaan konstruksi. Pekerja yang dinilai sudah layak  langsung diberi sertipikat keahlian.

Selain itu Kemenpupera akan mengarahkan para pekerja konstruksi lebih terspesialisasi. Perusahaan kontraktor umum (general contractor) harus mensubkan pekerjaannya pada perusahaan yang punya keahlian di bidangnya. “Kita juga terus menjalin kerja sama khususnya dengan kawasan ASEAN untuk meningkatkan standar dan sertifikasi sehingga pekerja kita di luar negeri lebih dihargai,” tandasnya.

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me