Garap Bisnis Hotel, MNC Group Gandeng Trump Hotel

Big Banner

Jakarta – MNC Group menggandeng Trump Hotel Collection untuk usaha pengelolaan hotel di Indonesia. Penandatanganan kerja sama antara MNC Grup dan Trump Hotel Collection dilakukan di New York, Amerika Serikat (AS) Jumat (14/8).

Chief Executive Officer MNC Group Harry Tanoesoedibjo langsung melakukan penandatanganan perjanjian tersebut dengan Donald J. Trump. Nantinya, MNC Group akan mengelola hotel standar bintang enam dan residen di Tanah Lot, Bali.

Pasca penandatangan itu, Hary mengungkapkan, kerja sama dengan Trump Hotel Collection akan mewujudkan misi MNC Group untuk menghadirkan resor dan residen berkualitas tinggi dan layanan terbaik di pulau dewata.

“Saya senang atas keputusan Trump Hotel Collection untuk hadir di Indonesia. Keberhasilan Trump di bidang properti di dunia akan membantu MNC Group untuk membangun resor terbesar dan terintegrasi dengan layanan terbaik di Bali,” ujarnya.

Sementara itu, mewakili Trump Hotel Collection, Donald Trump Jr mengatakan kerja sama dengan MNC Group semakin memperkuat visi dan misi Trump Hotel Collection di dunia.

“Seiring misi kami untuk terus berkembang,Trump Hotel Collection akan fokus di kawasan wisata terbaik di dunia, dan Bali adalah salah satu pulau terbaik di dunia”, ungkapnya.

“Kami bangga karena kerja sama ini akan menjadi ekspansi bisnis pertama Trump Hotel Collection di Asia. Kami akan menghadirkan properti mewah dengan standar bintang enam yang terbaik”, lanjut Trump Jr.

MNC Group dan Trump Hotel rencananya akan menghadirkan resor dan residen termewah dan terintegrasi di Asia. Saat terlaksana, resor dan residen di Tanah Lot itu akan menjadi resor terlengkap di Bali dengan fasilitas kamar-kamar Suites, villa, olah raga dan hiburan, dengan layanan standar internasional.

Sebelumnya dikabarkan, MNC Grup melalui PT Global Mediacom Tbk (BMTR) tengah mencari mitra strategis untuk mengembangkan unit bisnis baru yakni Sky Vision Network. Unit usaha tersebut bakal menjadi holding untuk bisnis televisi berbayar, over the top (OTT), dan internet broadband.

Direktur Global Mediacom Oerianto Guyandi mengatakan, Sky Vision Network akan menaungi sejumlah unit usaha yang telah ada seperti PT MNC Sky Vision Tbk (MSKY) dan PT MNC Kabel Mediacom. Pembentukan Sky Vision Network direncanakan terealisasi pada kuartal III-2015.

Saat ini sudah ada tiga investor asing yang tertarik memiliki saham pada Sky Vision Network. Ketiga investor tersebut berasal dari Jepang dan Amerika Serikat. “Lalu, ada satu investor asing yang tidak bisa kami rinci asal negaranya. Rencana ini sebenarnya masih bersifat confidential,” kata Oerianto.

Menurut Oerianto, masuknya investor asing tersebut bisa melalui dua opsi, yakni pembelian saham secara langsung ataupun lewat covertible bond (CB). Meski mencari investor strategis, MNC berharap tetap memiliki mayoritas saham Sky Vision Network.

Dalam periode tiga tahun ke depan, lanjut Oerianto, pihaknya membuka peluang untuk membawa Sky Vision Network untuk menggelar penawaran umum perdana (initial public offering/IPO). Aksi ini dapat dilakukan dengan catatan, perusahaan tersebut membukukan kinerja positif.

Adapun, MNC melalui MNC Kabel Mediacom terus menggenjot pembangunan kabel internet ke rumah-rumah (homepass). Tahun ini, perseroan berencana menggelar 600.000 hingga 700.000 homepass.

Sementara itu, Hary Tanoesoedibjo mengatakan, pembentukan Sky Vision Network bertujuan untuk meminimalisir conflict of interest, semisal pada anak usaha di bisnis televisi berbayar.

Seperti diketahui, MNC Grup memiliki usaha TV berbayar berbasis satelit dan berbasis kabel. Supaya bisa saling sinergi, maka diperlukan satu holding untuk mengelola bisnis tersebut.

“Untuk pencarian mitra, harus ada chemistry yang cocok. Semua masih tergantung dari term and conditional nanti. Kami cukup fleksibel,” jelas dia.

Investor Daily

Muhammad Rausyan Fikry/PCN

Investor Daily

beritasatu.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me